Selasa, 24 Januari 2017

Bahasa Indonesi: STRUKTUR TEKS CERITA

MATERI BAHASA INDONESIA STRUKTUR TEKS CERITA

Struktur Teks Berita
Ada beberapa struktur yang membangun teks berita. Stuktur teks tersebut merupakan struktur yang membangun teks sehingga menjadi satu kesatuan teks yang utuh. Struktur teks berita terdiri atas judul, teras dan tubuh berita.
  • Judul
Judul merupakan kata kunci yang mewakili keseluruhan berita. Pada teks berita, judul biasanya memuat tentang apa kejadian yang dibahas atau disampaikan. Judul dibuat semenarik mungkin sehingga pembaca tertarik untuk membaca berita tersebut.  Seperti halnya dalam teks I di atas, judul yang dipakai yaitu “Sebulan Berlalu, Air Masih Menggenangi Beberapa Lokasi di Manado” yang ketika kita baca, sangat menarik. Judul berita berfungsi menolong pembaca yang bergegas untuk cepat mengenal kejadian-kejadian yang terjadi di sekelilingnya untuk diberitakan. Judul ini merupakan bagian terpenting dari berita. Hal ini karena sebelum masuk pada isi berita, pembaca akan melihat judul berita terlebih dahulu.
  • Teras
Teras atau lead berita adalah bagian yang sangat penting dari berita. Di dalam teras berita terangkum inti dari keseluruhan isi berita. Setiap lead juga ditulis untuk menarik pembaca melihat lebih lanjut isi berita.
  • Tubuh
Bagian ini merupakan inti dari teks berita. Tubuh berita merupakan kelanjutan isi berita yang dapat memberitahukan secara lebih rinci tentang keseluruhan peristiwa atau informasi yang diberitakan.

Kaidah Kebahasaan Teks Berita
Dari sebuah teks juga dapat kita analisis kaidah kebahasannya. Dalam teks berita kaidah yang harus terpenuhi yaitu teks harus disajikan dengan informasi yang aktual dan bersifat umum. Bahasa yang diunakan harus bersifat baku atau standar bahasa Indonesia, sehingga menjembatani pemahaman banyak khalayak dari berbagai kalangan karena lebih dipahami oleh semuanya.
Aspek kebahasaan lain yang ada dan sering muncul dalam teks berita adalah digunakannya kalimat langsung dan tidak langsung. Sebagai contoh mari kita lihat kalimat langsung dan tidak langsung dari teks berita yang berjudul “Sebulan Berlalu, Air Masih Menggenangi Beberapa Lokasi di Manado,” berikut kalimatnya.
Kalimat langsung:
- "Air di sini tidak mau surut, tetap tergenang. Kalau hujan datang, air langsung masuk di dalam rumah, karena selokan tersumbat," ujar Yudi.
Kalimat tidak langsung:
- Menurutnya, pemerintah kota Manado tidak mencari solusi yang tepat untuk mengatasi hal itu.
- Menurut dia, percuma saja mereka membersihkan rumah mereka, karena air bercampur lumpur di jalan masih ada.

Silahkan Saudara perhatikan contoh berita tersebut dan tentukan struktur serta kaidahnya!












Sebulan Berlalu, Air Masih Menggenangi Beberapa Lokasi di Manado

    Banjir bandang yang menerjang Manado telah berlalu hampir sebulan. Namun tumpukan sampah dan lumpur masih saja terlihat di beberapa wilayah. Bahkan di beberapa ruas jalan dan lorong, air sisa banjir masih terlihat tergenang.
    Seperti yang terpantau Kompas.com, Senin (10/2/2014), air setinggi 20 sentimeter terlihat di ruas jalan Persimpangan Plaza dan depan Makmur, Kecamatan Wenang.
    Salah satu warga, Yudi yang terlihat masih berusaha membersihkan lumpur dari rumah miliknya, mengaku kesal dengan kondisi tersebut.
    Menurutnya, pemerintah kota Manado tidak mencari solusi yang tepat untuk mengatasi hal itu. "Air di sini tidak mau surut, tetap tergenang. Kalau hujan datang, air langsung masuk di dalam rumah, karena selokan tersumbat," ujar Yudi.
    Menurut dia, percuma saja mereka membersihkan rumah mereka, karena air bercampur lumpur di jalan masih ada. Selain di persimpangan Plaza, air dan lumpur juga masih terlihat di lorong samping Klenteng Kwang Kong, Kampung Cina.
    Di lorong tersebut beberapa rumah warga keturunan Tionghoa terlihat masih dipenuhi lumpur. Sampah dan lumpur yang telah lama terendap menimbulkan bau yang tidak sedap. Tak ayal, warga yang melintas di kawasan ramai tersebut harus menutup hidung mereka.
    Sampah juga masih terlihat di simpang tiga Terminal Paal Dua, samping SPBU Paal 2, Tanjung Baru, Ketang Baru, lorong Lililoyor, Dendengan Dalam, Tikala dan beberapa lokasi lainnya. Banyaknya sampah yang ditinggalkan banjir bandang yang terjadi pada 15 Januari 2014 lalu memang membuat pemerintah kewalahan. Walau ribuan relawan setiap hari turun membantu membersihkan dan mengangkat sampah, tetap saja masih banyak sampah yang belum terangkat.
    Diperkirakan sampah yang ditinggalkan banjir bandang tersebut mencapai 100.000 kubik. Sementara Tempat Pembuangan Sampah di Sumompo sudah melebihi kapasitas tampung.
Sumber : Kompas (Senin, 10 Februari 2014)
Ekstrak Propolis Bantu Percepat Pemulihan
Peristiwa utama
Jakarta - Uji klinis di RSPAD Gatot Soebroto, ekstrak propolis mempercepat proses kesembuhan pasien demam berdarah dengue. Pasien yang mendapat terapi tambahan ekstrak propolis menjalani rawat inap lebih singkat.

Latar belakang peristiwa
Senyawa ekstrak propolis dinilai efektif sebagai terapi tambahan bagi pasien demam berdarah dengue. "Terapi diberikan hari ketiga atau keempat perawatan kepada pasien derajat satu atau pada tahap belum mengalami kebocoran di pembuluh darah," kata Kepala Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi Departemen Penyakit Dalam RSPAD Gatot Soebroto, Letnan Kolonel (Ckm) Soroy Lardo, di Jakarta, Kamis (5/3), saat publikasi "Efektivitas Senyawa Uji Klinis Pasien Demam Berdarah Dengue.

Soroy merupakan salah satu peneliti pada uji klinis itu. Peneliti lain adalah dokter spesialis penyakit dalam Kolonel (Ckm) Djoko Wibisino, dokter spesialis kesehatan jiwa Letkol (Ckm) Bagus Sulistyo Budhi, dan dokter asisten pada Departemen Penyakit Dalam RSPAD Gatot Soebroto Yongkie Iswandi Purnama.

Propolis adalah bahan perekat yang dikumpulkan lebah untuk membuat sarang steril. Tim peneliti menguji senyawa ekstrak propolis yang merupakan kombinasi propolis dari sejumlah negara, antara lain Amerika Serikat, Tiongkok, dan negara di Eropa.

Menurut Soroy, tim menguji efek anti inflamasi (anti peradangan) pada senyawa itu. Riset selama Mei 2012-Juli 2013 di Divisi Penyakit Dalam RSPAD Gatot Soebroto bermetode uji acak terkendali. Tercatat 63 pasien berusia 17-50 tahun mengikuti uji klinis. Rinciannya, 31 pasien pada kelompok dengan terapi ekstrak propolis, sedangkan 32 pasien pada kelompok plasebo (tanpa terapi ekstrak propolis). Dosis ekstrak propolis tiga kali dua kapsul per hari selama tujuh hari dengan takaran 200 miligram per kapsul.

Hasilnya, jumlah trombosit pasien yang diberi ekstrak propolis lebih cepat naik daripada pasien kelompok plasebo, mulai hari ketiga hingga ketujuh. Hari ketujuh, jumlah trombosit pasien dengan ekstrak propolis pun rata-rata menjalani rawat inap 4,69 hari, lebih singkat dibandingkan dengan kelompok plasebo (rata-rata 5,46 hari).

Sumber
Bagus menambahkan, ia tak menemukan efek samping dari terapi ekstrak propolis. Apalagi, selama ini konsumsi produk lebah dan madu aman di masyarakat. "Ada enam pasien tak melanjutkan pengujian karena muntah. Namun, orang sakit demam memang juga merasakan mual," ujarnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar