Puji
syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah,
Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini
dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat
dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca
dalam administrasi pendidikan dalam profesi keguruan.
Harapan
saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para
pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga
kedepannya dapat lebih baik.
Makalah
ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat
kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan
masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Gowa ,13
Januari 2017
Penyusun
(KELOMPOK )
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................... i
DAFTAR ISI......................................................................... 2
BAB 1 PENDAHULUAN..................................................... 3
A. Latar belakang............................................................... 3
B. Tujuan.......................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN....................................................... 4
A. Pengertian erosi............................................................. 4
B. Jenis-jenis
erosi............................................................ 5
C. Proses
Terjadinya erosi................................................ 8
D. Akibat erosi................................................................... 9
E. Cara
penanggulangan erosi........................................... 9
BAB III PENUTUP............................................................... 10
A. Kesimpulan................................................................... 10
B. Saran............................................................................ 10
BAB IV DAFTAR PUSTAKA………………………………... 10
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada awal tahun
2007 ini, negara kita kembali mengalami berbagai macam bencana alamyang datang
silih berganti, seperti : banjir, tanah longsor, gempa bumi dan
lain-lain.Bencana alam tanah longsor disebabkan adanya erosi tanah akibat dari
tanah gundul yangtidak dapat menahan air hujan yang turun ke bumi dengan jumlah
yang sangat besar.Pada kesempatan ini saya ingin membahas tentang erosi.
Bagaimana erosi itu bisa terjadi,apa penyebabnya, bagaimana cara
menanggulanginya dan dampak-dampak apa saja yangdapat diakibatkan karena adanya
erosi tersebut.
B. Tujuan
Tujuan dalam
pembuatan makalah ini adalah :
1.Untuk memenuhi tugas
mata pelajaran Geografi dan untuk menambah nilai.
2.Untuk mengetahui
bagaimana erosi itu bisa terjadi, apa penyebabnya, bagaimana
caramenanggulanginya dan dampak-dampak apa saja yang dapat diakibatkan
karenaadanya erosi tersebut.
3.Untuk menambah
wawasan dan pengetahuan tentang berbagai macam bencana alamyang belakangan ini
sering terjadi di Indonesia.
BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian Erosi
Erosi adalah peristiwa pengikisan
padatan (sedimen, tanah, batuan, dan partikel lainnya) akibat transportasi
angina, air atau es, karakterisitk hujan, creep pada tanah dan material lain
dibawah pengaruh gravitasi, atau makhluk hidup semisal hewan yang membuat
liang. Dalam hal ini disebut bio – erosi. Erosi tidak sama dengan pelapukan
akibat cuaca, yang mana merupakan proses penghancuran mineral batuan dengan
proses kimiawi maupun fisik, atau gabungan keduanya.
Erosi sebenarnya merupakan proses
alami yang mudah dikenali, namun di kebanyakan tempat kejadian ini deperparah
oleh aktivitas manusia dalam tata guna lahan yang buruk, penggundulan hutan,
kegiatan pertambangan, perkebunan dan perladangan, kegiatan konstruksi /
pembangunan yang tidak terata dengan baik dan pembangunan jalan. Tanah yang
digunakan untuk menghasilkan tanaman pertanian biasanya mengalami erosi yang
jauh lebih besar dari tanah dengan vegetasi alaminya.
Alih fungsi hutan menjadi ladang
pertanian meningkatkan erosi, karena struktur akar tanaman hutan yang kuat
mengikat tanah digantikan dengan struktur akar tanaman pertanian yang lebih
lemah. Bagaimanpun, praktik tata guna lahan yang maju dapat membatasi erosi,
menggunakan teknik semisal terrace – building, praktik konservasi ladang dan
penanaman pohon.
B. Jenis-jenis Erosi:
1).Erosi Air
Erosi air dimulai dari
jatuhnya air hujan. Air hujan tersebut tidak mampu memecahkanagregat
(bahan-bahan mineral yang tidak bergerak seperti batu kerikil dan debu)
danmenghempaskan partikel-partikel bersama percikan air hujan.
Adapun
bentuk atau tipe erosinya sebagai berikut :
a. PelarutanTanah
kapur mudah dilarutkan
air sehingga di daerah kapur sering di temukan sungai-sungai di bawah tanah.
b. Erosi percikan (Splash Erosion)
Cura hujan yang jatuh
langsung ke tanah dapat melempar butr-butir tanah sampai setinggi1 meter
keudara. Didaerah yang berlereng, tanah yangt terlempar tersebut umumnya
jatuhkelereng dibawahnya.
c. Erosi
Lembar (Sheet Erosion)
Pemindahan tanah
terjadi lember demi lember (lapis demi lapis) mulai dari lapisan yangpaling
atas. Erosi sepintas lalu tidak terlihat, karena kehilangan lapisan-lapisan
tanahseragam, tetapi dapat berbahaya karena pada suatu saat seluruh top soil
akan habis.
d. Erosi
Alur (Rill ERosion)
Dimulai dengan
genagan-genagan kecil setempat-setempat di satu lereng, maka bila airdalam
genagan tersebut mengalir, terbentuklah alur-alur bekas aliran tersebut. Alur-alurtersebut mudah di hilangkan dengan
pengolahan tanah biasa.
e. Erosi
Gully (Gully Erosion)
Erosi ini merupakan lanjutan
dari erosi alur tersebut. Karena alur yang terus-menerusdigerus oleh
aliran-aliran air terutama daerah-daerah yang banyak hujan, maka
alur-alurtersebut menjadi dalam dan lembare dengan aliran yang lebih kuat.
Alur-alur tersebuttidak dapatb hilang dengan pengolahan tanah biasa.
f. Erosi Parit (Channel Erosion)
Arit-parit yang besar
sering masih terus mangalir lama setelah hujan berhenti. Aliran airdalam parit
ini dapat mengikis dasar parit atau dinding (tebing) parit dibawah
permukaanair, sehingga tebing diatasnya dapat runtuh ke dasar parit. Adanya
gejala Neader darisuatu aliran dapat meningkatan pengikisan tebing di
tempat-tempat tertentu (Beasley,1972).Erosi juga dapat mneyebabkan longsor.
Tanah longsor terjadi karena gaya grafitasi . padaumumnya, karena di bagian
bawa tanah terdapat lapisan yang licin dan kedap air (sukardi tembus air)
seperti batuan liat. Pada saat musim hujan, tanah di atasnya menjadi jenuhair
sehingga berat dan bergeser ke bawah melalui lapisan yang licintersebut sebagai
tanahlongsor.
2). Erosi angin
Erosi angin terjadi di daerah
berpasir, mengakibatkan terbentuknya bukit-bukit pasir.Proses pengikisan
bantuan yang dilakukan oleh angin disebut deflasi. Proses erosi inihanya
terjadi di daerah yang kering, misalnya : padang pasir dan pantai berpasir
3). Erosi Gletser
Erosi gletser disebut
juga extarasi gletser atau es. Terdapat di daerah kutub dan puncak-puncak
gunung tinggi seperti Gunung Himalaya, Alpen, Rocky Mountain, pegununganJaya
Wijaya.
4). Erosi Abrasi
Erosi abrasi
menyebabkan terbentuknya cliff. Cliff adalah lereng dengan dinding bagianatas
menggantung karena dinding bagian bawah telah terkikis oleh gelombang air laut.
B.Penyebab Erosi
1. Curah hujan
Intensitas hujan dapat
mepengaruhi erosi. Semakin deras hujan, maka semakin besarerosi yang di
timbulkan. Selain itu curah hujan yang jatuh di permukaan tanah yangkekuatnnya
sangat besar untuk memecahkan gumpalan-gumpalan tanah. Penghancurangumpalan
tanah tersebut selain memudahkan pengangkutan partikel-partikel tanahketempat
lain, partikel-partikel tanah menjadi halus dan dapat enutupi pori-pori
tanahsehingga menyebabkan peresapan air kedalam tanah menjadi terhambat.
Akibatnya,aliran permukaan (run off) menjadi lebih besar sehingga kemungkinan
terjadinya erosi juga meningkat.
2. sifat-sifat tanah.
Sifat-sifat tanah yang
mempengaruhi kepekaan tanah terhadap erosi adalah tekstur tanah,sruktur
tanah,daya infiltrasi/ permeabilitas tanah, dan kandungan bahan organic.
3. lereng / Topografi
Erosi akan meningkat
apabila lereng semakin curam atau semakin panjnag.
4. Vegetasi
Vegetasi memunyai
pengaruh terhadap erosi, seperti menghalangi air hujan agar tidak langsung
jatuh ke permukaan tanah, menghambat aliran permukaan danmemperbanyakair
infiltrasi, serta penyerapan air dalam tanah diperkuat oleh transpirasi
(penguapan air)
melalui vegetasi.
5. Manusia
Tindakan manusia
sering kali berdampak buruk terhadap lingkungan yaitu menyebabkanerosi di
percepat.
Contoh pengndulan hutan di daerah pegunungan
menyebabkan erosidan banjir.
1..Erosi air diakibatkan oleh kekuatan atau volume air yang
besar dan kemiringan lereng.Semakin curam lereng
semakin besar erosinya. Dan keadaan vegetasi, semakin lebarvegetasi yang ada
semakin kecil erosi yang terjadi.
2..Erosi angin
diakibatkan oleh angin kencang yang mengandung pasir melintasi batuan-batuan
yang mengakibatkan batuan tersebut terkikis dan membentuk batu cendawan.
3.Erosi gletser
diakibatkan oleh cairan gletser atau es
4.Erosi abrasi
disebabkan oleh gelombang air laut yang terus menerus menghantambibir pantai.
C. Proses terjadinya erosi
Erosi
merupakan proses alam yang terjadi di banyak lokasi yang biasanya semakin
diperparah oleh ulah manusia. Prosesalam yang menyebabkan terjadinya erosi adalah
karena faktor curah hujan, tekstur tanah, tingkat kemiringan dan tutupan tanah.
Intensitas
curah hujan yang tinggi di suatu lokasi yang tekstur tanahnya adalah sedimen,
misalnya pasir serta letak tanahnya juga agak curam menimbulkan tingkat erosi
yang tinggi.
Selain faktor curah hujan, tekstur
tanah dan kemiringannya, tutupan tanah juga mempengaruhi tingkat erosi. Tanah
yang gundul tanpa ada tanaman pohon atau rumput akan rawan terhadap erosi.
Erosi juga dapat disebabkan oleh angin, air laut dan es.
Di daerah beriklim tropika basah,
aliran merupakan penyebab utama erosi tanah, sedangkan angin tidak mempunyai
pengaruh yang berarti. Proses erosi terdiri atas tiga bagian yang berurutan :
-
Pengelupasan (detachment),
-
Pengangkutan (transportation), dan
-
Pengendapan (sedimentation)
Proses erosi oleh air
merupakan kombinasi dua sub proses yaitu :
penghancuran struktur tanah menjadi
butir-butir primer oleh energi tumbuk butir-butir hujan yang menimpa tanah dan
perendaman oleh air yang tergenang, dan pemindahan (pengangkutan) butir-butir
tanah oleh percikan hujan, dan
penghancuran struktur tanah diikuti
pengangkutan butir-butir tanah tersebut oleh air yang mengalir dipermukaan
tanah.
Air hujan yang menimpa tanah-tanah terbuka akan menyebabkan tanah terdispersi. Sebagian dari air hujan yang jatuh tersebut akan mengalir di atas permukaan tanah. Banyaknya air hujan yang mengalir diatas permukaan tanah tergantung pada hubungan antara jumlah dan intensitas hujan dengan kapasitas infiltrasi tanah dan kapasitas penyimpanan air tanah. Kekuatan perusak air yang mengalir diatas permukaan tanah akan semakin besar dengan semakin curam dan makin panjang lereng permukaan tanah.
Tumbuh-tumbuhan yang hidup diatas permukaan tanah dapat
memperbaiki kemampuan tanah menyerap air dan memperkecil kekuatan perusak
butir-butir hujan yang jatuh, dan daya dispersi dan angkut aliran air di atas
permukaan tanah. Perlakuan atau tindakan-tindakan yang diberikan manusia
terhadap tanah dan tumbuh-tumbuhan di atasnya akan menentukan apakah tanah itu
akan menjadi baik dan produktif atau menjadi rusak
D. Akibat Erosi
1.Erosi air
mengakibatkan terseretnya tanah dari tempat yang lebih tinggi ke tempatyang
lebih rendah. Membawa tanah dari daerah asalnya ke tempat yang lain, dan jugabisa
mengakibatkan frakmega atau hancuran batuan.
2.Erosi angin
mengakibatkan terbentuknya bukit-bukit pasir.
3.Erosi gletser
mengakibatkan terjadinya longsor es slju dari bukit atau gunung salju.
4.Erosi abrasi
mengakibatkan terjadinya cilff (lereng dengan dinding bagian atasmenggunung
karena dinding bagian bawah tanah terkikis oleh gelombang air laut).
E. Cara Penanggulangan Erosi
Cara menanggulangi erosi air, yaitu dengan
membuat terasering, menanami pohon-pohon pada tanah yang miring.
Cara menanggulangi erosi angin, yaitu dengan
membuat oasis buatan, danmengaliri air atau menanami pohon-pohon, seperti :
kaktus, pakis dan lain-lainyang bisa menyimpan air.
Cara menanggulangi erosi gletser adalah dengan
cara menanami pohon-pohonuntuk menghalangi longsorang salju.
Cara menanggulangi erosi abrasi dengan cara
memecah ombak-ombak yang besardengan cara membuat benteng atau karung buatan.
BAB III
PENUTUP.
A. Kesimpulan
Berdasarkan
uraian di atas, kami dapat menyimpulkan bahwa Erosi adalah pengikisantanah yang
diakibatkan oleh air, angin, es dan gelombang laut. Tanah longsor yang
baru-baru ini sering terjadi di negara kita disebabkan karena pengkisan tanah
oleh air hujansehingga tanah menjadi longsor. Jika hal itu terjadi di daerah
dekat dengan pemukimanpenduduk akan berakibat fatal. Rumah penduduk tertimbun
tanah sehingga dapatmemakan korban jiwa.Cara menanggulangi erosi air adalah
dengan cara membuat terasering, menanami pohon-pohon pada tanah yang miring.
B. Saran
Dari uraian yang
telah kami sampaikan di depan, kami dapat memberikan saran, antaralain
:1.Jangan menebang pohon secara sembarangan karena hal ini dapat
mengakibatkantanah tidak mampu untuk menahan air yang datang dengan jumlah
besar.
2.Tanamilah kembali
lahan-lahan gundul di sekitar kita agar dapat menahan air hujansehingga kita
bisa terhindar dari bencana tanah longsor.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar