Selasa, 24 Januari 2017

Makalah :Dampak dan bahaya erosi Untuk semua pelajar


Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam administrasi pendidikan dalam profesi keguruan.

Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.

Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Gowa ,13 Januari  2017



Penyusun
(KELOMPOK    )














DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..........................................................        i
DAFTAR ISI.........................................................................       2
BAB 1 PENDAHULUAN.....................................................       3
     A.    Latar belakang...............................................................       3
     B.     Tujuan..........................................................................       3

BAB II PEMBAHASAN.......................................................       4
     A.    Pengertian erosi.............................................................       4
     B.     Jenis-jenis erosi............................................................       5
     C.     Proses Terjadinya erosi................................................       8
     D.    Akibat erosi...................................................................       9
     E.     Cara penanggulangan erosi...........................................       9

BAB III PENUTUP...............................................................     10
     A.    Kesimpulan...................................................................     10
     B.     Saran............................................................................     10

BAB IV DAFTAR PUSTAKA………………………………...      10











BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
 Pada awal tahun 2007 ini, negara kita kembali mengalami berbagai macam bencana alamyang datang silih berganti, seperti : banjir, tanah longsor, gempa bumi dan lain-lain.Bencana alam tanah longsor disebabkan adanya erosi tanah akibat dari tanah gundul yangtidak dapat menahan air hujan yang turun ke bumi dengan jumlah yang sangat besar.Pada kesempatan ini saya ingin membahas tentang erosi. Bagaimana erosi itu bisa terjadi,apa penyebabnya, bagaimana cara menanggulanginya dan dampak-dampak apa saja yangdapat diakibatkan karena adanya erosi tersebut.
B. Tujuan
 Tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah :
1.Untuk memenuhi tugas mata pelajaran Geografi dan untuk menambah nilai.
2.Untuk mengetahui bagaimana erosi itu bisa terjadi, apa penyebabnya, bagaimana caramenanggulanginya dan dampak-dampak apa saja yang dapat diakibatkan karenaadanya erosi tersebut.
3.Untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang berbagai macam bencana alamyang belakangan ini sering terjadi di Indonesia.














BAB II
PEMBAHASAN

A.Pengertian Erosi
Erosi adalah peristiwa pengikisan padatan (sedimen, tanah, batuan, dan partikel lainnya) akibat transportasi angina, air atau es, karakterisitk hujan, creep pada tanah dan material lain dibawah pengaruh gravitasi, atau makhluk hidup semisal hewan yang membuat liang. Dalam hal ini disebut bio – erosi. Erosi tidak sama dengan pelapukan akibat cuaca, yang mana merupakan proses penghancuran mineral batuan dengan proses kimiawi maupun fisik, atau gabungan keduanya.
Erosi sebenarnya merupakan proses alami yang mudah dikenali, namun di kebanyakan tempat kejadian ini deperparah oleh aktivitas manusia dalam tata guna lahan yang buruk, penggundulan hutan, kegiatan pertambangan, perkebunan dan perladangan, kegiatan konstruksi / pembangunan yang tidak terata dengan baik dan pembangunan jalan. Tanah yang digunakan untuk menghasilkan tanaman pertanian biasanya mengalami erosi yang jauh lebih besar dari tanah dengan vegetasi alaminya.
Alih fungsi hutan menjadi ladang pertanian meningkatkan erosi, karena struktur akar tanaman hutan yang kuat mengikat tanah digantikan dengan struktur akar tanaman pertanian yang lebih lemah. Bagaimanpun, praktik tata guna lahan yang maju dapat membatasi erosi, menggunakan teknik semisal terrace – building, praktik konservasi ladang dan penanaman pohon.

























B. Jenis-jenis Erosi:

1).Erosi Air
Erosi air dimulai dari jatuhnya air hujan. Air hujan tersebut tidak mampu memecahkanagregat (bahan-bahan mineral yang tidak bergerak seperti batu kerikil dan debu) danmenghempaskan partikel-partikel bersama percikan air hujan.
 Adapun bentuk atau tipe erosinya sebagai berikut :

a.      PelarutanTanah
kapur mudah dilarutkan air sehingga di daerah kapur sering di temukan sungai-sungai di bawah tanah.

b.       Erosi percikan (Splash Erosion)
Cura hujan yang jatuh langsung ke tanah dapat melempar butr-butir tanah sampai setinggi1 meter keudara. Didaerah yang berlereng, tanah yangt terlempar tersebut umumnya jatuhkelereng dibawahnya.

c.       Erosi Lembar (Sheet Erosion)
Pemindahan tanah terjadi lember demi lember (lapis demi lapis) mulai dari lapisan yangpaling atas. Erosi sepintas lalu tidak terlihat, karena kehilangan lapisan-lapisan tanahseragam, tetapi dapat berbahaya karena pada suatu saat seluruh top soil akan habis.

d.      Erosi Alur (Rill ERosion)
Dimulai dengan genagan-genagan kecil setempat-setempat di satu lereng, maka bila airdalam genagan tersebut mengalir, terbentuklah alur-alur bekas aliran tersebut. Alur-alurtersebut mudah di hilangkan dengan pengolahan tanah biasa.

e.       Erosi Gully (Gully Erosion)
Erosi ini merupakan lanjutan dari erosi alur tersebut. Karena alur yang terus-menerusdigerus oleh aliran-aliran air terutama daerah-daerah yang banyak hujan, maka alur-alurtersebut menjadi dalam dan lembare dengan aliran yang lebih kuat. Alur-alur tersebuttidak dapatb hilang dengan pengolahan tanah biasa.

f.        Erosi Parit (Channel Erosion)
Arit-parit yang besar sering masih terus mangalir lama setelah hujan berhenti. Aliran airdalam parit ini dapat mengikis dasar parit atau dinding (tebing) parit dibawah permukaanair, sehingga tebing diatasnya dapat runtuh ke dasar parit. Adanya gejala Neader darisuatu aliran dapat meningkatan pengikisan tebing di tempat-tempat tertentu (Beasley,1972).Erosi juga dapat mneyebabkan longsor. Tanah longsor terjadi karena gaya grafitasi . padaumumnya, karena di bagian bawa tanah terdapat lapisan yang licin dan kedap air (sukardi tembus air) seperti batuan liat. Pada saat musim hujan, tanah di atasnya menjadi jenuhair sehingga berat dan bergeser ke bawah melalui lapisan yang licintersebut sebagai tanahlongsor.




2). Erosi angin
            Erosi angin terjadi di daerah berpasir, mengakibatkan terbentuknya bukit-bukit pasir.Proses pengikisan bantuan yang dilakukan oleh angin disebut deflasi. Proses erosi inihanya terjadi di daerah yang kering, misalnya : padang pasir dan pantai berpasir

3). Erosi Gletser
Erosi gletser disebut juga extarasi gletser atau es. Terdapat di daerah kutub dan puncak-puncak gunung tinggi seperti Gunung Himalaya, Alpen, Rocky Mountain, pegununganJaya Wijaya.

4). Erosi Abrasi
Erosi abrasi menyebabkan terbentuknya cliff. Cliff adalah lereng dengan dinding bagianatas menggantung karena dinding bagian bawah telah terkikis oleh gelombang air laut.

































B.Penyebab Erosi

1. Curah hujan
Intensitas hujan dapat mepengaruhi erosi. Semakin deras hujan, maka semakin besarerosi yang di timbulkan. Selain itu curah hujan yang jatuh di permukaan tanah yangkekuatnnya sangat besar untuk memecahkan gumpalan-gumpalan tanah. Penghancurangumpalan tanah tersebut selain memudahkan pengangkutan partikel-partikel tanahketempat lain, partikel-partikel tanah menjadi halus dan dapat enutupi pori-pori tanahsehingga menyebabkan peresapan air kedalam tanah menjadi terhambat. Akibatnya,aliran permukaan (run off) menjadi lebih besar sehingga kemungkinan terjadinya erosi juga meningkat.

2. sifat-sifat tanah.
Sifat-sifat tanah yang mempengaruhi kepekaan tanah terhadap erosi adalah tekstur tanah,sruktur tanah,daya infiltrasi/ permeabilitas tanah, dan kandungan bahan organic.

3. lereng / Topografi
Erosi akan meningkat apabila lereng semakin curam atau semakin panjnag.

4. Vegetasi
Vegetasi memunyai pengaruh terhadap erosi, seperti menghalangi air hujan agar tidak langsung jatuh ke permukaan tanah, menghambat aliran permukaan danmemperbanyakair infiltrasi, serta penyerapan air dalam tanah diperkuat oleh transpirasi
(penguapan air) melalui vegetasi.
5. Manusia
Tindakan manusia sering kali berdampak buruk terhadap lingkungan yaitu menyebabkanerosi di percepat.

 Contoh pengndulan hutan di daerah pegunungan menyebabkan erosidan banjir.
1..Erosi air diakibatkan oleh kekuatan atau volume air yang besar dan kemiringan lereng.Semakin curam lereng semakin besar erosinya. Dan keadaan vegetasi, semakin lebarvegetasi yang ada semakin kecil erosi yang terjadi.

2..Erosi angin diakibatkan oleh angin kencang yang mengandung pasir melintasi batuan-batuan yang mengakibatkan batuan tersebut terkikis dan membentuk batu cendawan.

3.Erosi gletser diakibatkan oleh cairan gletser atau es

4.Erosi abrasi disebabkan oleh gelombang air laut yang terus menerus menghantambibir pantai.







C. Proses terjadinya erosi
Erosi merupakan proses alam yang terjadi di banyak lokasi yang biasanya semakin diperparah oleh ulah manusia. Prosesalam yang menyebabkan terjadinya erosi adalah karena faktor curah hujan, tekstur tanah, tingkat kemiringan dan tutupan tanah.
Intensitas curah hujan yang tinggi di suatu lokasi yang tekstur tanahnya adalah sedimen, misalnya pasir serta letak tanahnya juga agak curam menimbulkan tingkat erosi yang tinggi.
Selain faktor curah hujan, tekstur tanah dan kemiringannya, tutupan tanah juga mempengaruhi tingkat erosi. Tanah yang gundul tanpa ada tanaman pohon atau rumput akan rawan terhadap erosi. Erosi juga dapat disebabkan oleh angin, air laut dan es.
Di daerah beriklim tropika basah, aliran merupakan penyebab utama erosi tanah, sedangkan angin tidak mempunyai pengaruh yang berarti. Proses erosi terdiri atas tiga bagian yang berurutan :
-          Pengelupasan (detachment),
-          Pengangkutan (transportation), dan
-          Pengendapan (sedimentation) 

 Proses erosi oleh air merupakan kombinasi dua sub proses yaitu :
penghancuran struktur tanah menjadi butir-butir primer oleh energi tumbuk butir-butir hujan yang menimpa tanah dan perendaman oleh air yang tergenang, dan pemindahan (pengangkutan) butir-butir tanah oleh percikan hujan, dan
penghancuran struktur tanah diikuti pengangkutan butir-butir tanah tersebut oleh air yang mengalir dipermukaan tanah.

Air hujan yang menimpa tanah-tanah terbuka akan menyebabkan tanah terdispersi. Sebagian dari air hujan yang jatuh tersebut akan mengalir di atas permukaan tanah. Banyaknya air hujan yang mengalir diatas permukaan tanah tergantung pada hubungan antara jumlah dan intensitas hujan dengan kapasitas infiltrasi tanah dan kapasitas penyimpanan air tanah. Kekuatan perusak air yang mengalir diatas permukaan tanah akan semakin besar dengan semakin curam dan makin panjang lereng permukaan tanah.

Tumbuh-tumbuhan yang hidup diatas permukaan tanah dapat memperbaiki kemampuan tanah menyerap air dan memperkecil kekuatan perusak butir-butir hujan yang jatuh, dan daya dispersi dan angkut aliran air di atas permukaan tanah. Perlakuan atau tindakan-tindakan yang diberikan manusia terhadap tanah dan tumbuh-tumbuhan di atasnya akan menentukan apakah tanah itu akan menjadi baik dan produktif atau menjadi rusak









D. Akibat Erosi
 1.Erosi air mengakibatkan terseretnya tanah dari tempat yang lebih tinggi ke tempatyang lebih rendah. Membawa tanah dari daerah asalnya ke tempat yang lain, dan jugabisa mengakibatkan frakmega atau hancuran batuan.

2.Erosi angin mengakibatkan terbentuknya bukit-bukit pasir.

3.Erosi gletser mengakibatkan terjadinya longsor es slju dari bukit atau gunung salju.

4.Erosi abrasi mengakibatkan terjadinya cilff (lereng dengan dinding bagian atasmenggunung karena dinding bagian bawah tanah terkikis oleh gelombang air laut).


 
 E. Cara Penanggulangan Erosi

Cara menanggulangi erosi air, yaitu dengan membuat terasering, menanami pohon-pohon pada tanah yang miring.

Cara menanggulangi erosi angin, yaitu dengan membuat oasis buatan, danmengaliri air atau menanami pohon-pohon, seperti : kaktus, pakis dan lain-lainyang bisa menyimpan air.

Cara menanggulangi erosi gletser adalah dengan cara menanami pohon-pohonuntuk menghalangi longsorang salju.

Cara menanggulangi erosi abrasi dengan cara memecah ombak-ombak yang besardengan cara membuat benteng atau karung buatan.




















BAB III
PENUTUP.

A. Kesimpulan
 Berdasarkan uraian di atas, kami dapat menyimpulkan bahwa Erosi adalah pengikisantanah yang diakibatkan oleh air, angin, es dan gelombang laut. Tanah longsor yang baru-baru ini sering terjadi di negara kita disebabkan karena pengkisan tanah oleh air hujansehingga tanah menjadi longsor. Jika hal itu terjadi di daerah dekat dengan pemukimanpenduduk akan berakibat fatal. Rumah penduduk tertimbun tanah sehingga dapatmemakan korban jiwa.Cara menanggulangi erosi air adalah dengan cara membuat terasering, menanami pohon-pohon pada tanah yang miring.

B. Saran
 Dari uraian yang telah kami sampaikan di depan, kami dapat memberikan saran, antaralain :1.Jangan menebang pohon secara sembarangan karena hal ini dapat mengakibatkantanah tidak mampu untuk menahan air yang datang dengan jumlah besar.


2.Tanamilah kembali lahan-lahan gundul di sekitar kita agar dapat menahan air hujansehingga kita bisa terhindar dari bencana tanah longsor.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar