BIOLOGI
KELOMPOK
6:
- Zahran Arya
Putra
- Muhammad Rizky
- Siti Hajar Arif
-
Sitti Masyita R.
- Putri Suci Ramadhani
- Putri Annisa Islamiyah
- Rifka Nur Qanita
- Sitti Maghfirah R
KATA PENGANTAR
Puji syukur
Alhamdulillah saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan banyak
nikmatnya kepada saya. Sehingga saya mampu menyelesaikan Makalah dengan mata
kuliah Bahasa Indonesia yang membahas tentang “Efek Berbahaya yang
ditimbulkan Rokok“ . Makalah ini saya buat dalam rangka memenuhi salah satu
syarat penilaian mata kuliah Pembelajaran Bahasa Indonesia.
Penyusunan
makalah ini tidak berniat untuk mengubah materi yang sudah tersusun. Namun,
hanya lebih pendekatan pada studi banding atau membandingkan
beberapa materi yang sama dari berbagai referensi. Yang semoga bisa memberi
tambahan pada hal yang terkait dengan pembahasan Bahaya yang ditimbulkan rokok
pada mata kuliah Bahasa Indonesia.
Saya
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saya
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah
ini.
Semoga makalah
ini dapat memberikan informasi bagi kita semua dan bermanfaat untuk
pengembangan ilmu pengetahuan.
Sungguminasa, 25 Januari 2017
Penulis
DAFTAR ISI
-KATA PENGANTAR
-DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Masalah
BAB II PEMBAHASAN
A. Bahaya Asap Kendaraan
B. Bahaya Merokok
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
Polusi udara di sekitar kita telah
sangat memprihatinkan. Beberapa hasil penelitian tentang polusi udara dengan segala resikonya
telah dipublikasikan, termasuk resiko kanker darah. Namun, jarang disadari
entah berapa ribu warga yang meninggal setiap tahunnya karena infeksi saluran
pernapasan, asma, maupun kanker paru-paru akibat polusi udara seperti asap
kendaraan bermotor.
WHO memperkirakan
bahwa 70% penduduk kota di dunia pernah menghirup udara kotor akibat emisi
kendaraan bermotor, sedagkan 10% sisanya menghirup udara yang bersifat
marginal. Akibatnya fatal bagi bayi dan anak-anak. Orang dewasa yang beresiko
tinggi, misalnya wanita hamil, usia lanjut, serta orang yang telah memiliki
riwayat penyakit paru dan saluran pernapasan menahun.Bahaya merokok pada
kesehatan memang sangat banyak sekali, pada bungkusnya saja sudah tertera
dengan jelas berbagai penyakit berbahaya yang dapat di sebabkan oleh sebatang
rokok.Ratusan bahaya merokok bagi kesehatan manusia dan
berbagai bagian tubuh kita yang sangat mematikan dan perlu kita
hindari. Merokok dapat menyebabkan beberapa penyakit berbahaya seperti kanker, penyakit pernapasan
kronis, dan penyakit jantung, impoten, bahkan dapat menyebabkan kematian dini..
Selain itu lebih dari 92 Milyar Dollar (USD) hilang setiap tahun karena
kehilangan produktivitas akibat kematian dini yang berhubungan dengan merokok.
2.
RUMUSAN MASALAH
A. Mengapa
rokok berbahaya ?
B. Zat-zat
apa saja yang terkandung dalam sebatang rokok ?
C. Apa
sajakah efek berbahaya yang ditimbulkan dari rokok ?
3. TUJUAN MAKALAH
A. Mengetahui
bahayanya mengkonsumsi rokok
B. Mengetahui
zat-zat apa saja yang terkandung dalam sebatang rokok
C. Memahami
efek berbahaya yang ditimbulkan rokok
D.
Mengetahui dampak Polusi udara bagi kelangsungan hidup makhluk hidpu di
bumi
E. Menemukan
solusi yang tepat untuk mengatasi pencemaran udara
BAB II
PEMBAHASAN
A.
BAHAYANYA ASAP KENDARAAN
Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau
lebih substansi fisik, kimia,
atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan
kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan,
atau merusak properti. Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber
alami maupun kegiatan manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat
alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung
dan lokal, regional, maupun global.
Secara umum definisi udara tercemar adalah perbedaan komposisi
udara aktual dengan kondisi udara normal dimana komposisi udara aktual tidak
mendukung kehidupan manusia. Bahan atau zat pencemaran udara
sendiri dapat berbentuk gas dan partikel. Banyak faktor yang dapat menyebabkan
pencemaran udara, diantaranya pencemaran yang ditimbulkan oleh sumber-sumber
alami maupun kegiatan manusia atau kombinasi keduanya. Pencemaran udara dapat
mengakibatkan dampak pencemaran udara bersifat langsung dan lokal, regional,
maupun global atau tidak langsung dalam kurun waktu lama.
Gas oksigen merupakan komponen esensial bagi
kehidupan makhluk hidup, termasuk manusia. Komposisi seperti itu merupakan
udara normal dan dapat mendukung kehidupan manusia. Namun, akibat aktivitas
manusia yang tidak ramah lingkungan, udara sering kali
menurun kualitasnya.Oleh karena itu dengan dibuatnya makalah
ini diharapkan dapat ditemukan solusi alternatif untuk mengatasi
bahayanya pencemaran udara. dan dengan dilaksanakanya solusi alternatif
tersebut diharapkan ada beberapa manfaat yang dapat dirasakan misalnya
berkurangnya polusi udara,dampak kesehatan yang ditimbulkan akibat pencemaran
udara, dampak terhadap tanaman, Tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat
pencemaran udara tinggi dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit,
mengurangi efek rumah kaca, hujan asam, kerusakan lapisan ozon.
Bahan atau zat pencemaran udara sendiri dapat
berbentuk gas dan partikel. Dalam bentuk gas dapat dibedakan menjadi:
·
Golongan
belerang (sulfur dioksida, hidrogen sulfida, sulfat aerosol)
·
Golongan
nitrogen (nitrogen oksida, nitrogen monoksida, amoniak, dan nitrogen dioksida)
·
Golongan
karbon (karbon dioksida, karbon monoksida, hidrokarbon)
·
Golongan
gas yang berbahaya (benzene, vinyl klorida, air raksa uap)
Sedagkan
jenis pencemaran udara berbentuk partikel dibedakan menjadi tiga, yaitu:
·
Mineral
(anorganik) dapat berupa racun seperti air raksa dan timah
·
Bahan
organik yang terdiri dari ikatan hidrokarbon, klorinasi alkan, benzene
·
Makhluk
hidup terdiri dari bakteri, virus, telur cacing.
Sementara
itu, jenis pencemaran udara menurut tempat dan sumbernya dibedakan menjadi dua,
yaitu:
·
Pencemaran
udara bebas meliputi secara alamiah (letusan gunung berapi, pembusukan, dan
lain-lain) dan bersumber kegiatan manusia, misalnya berasal dari kegiatan
industri, rumah tangga, asap kendaraan bermotor.
·
Pencemaran
udara ruangan meliputi dari asap rokok, bau tidak sedap di ruangan.
Jenis
parameter pencemar udara didasarkan pada baku mutu udara ambien menurut
Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 1999, meliputi:
·
Sulfur
dioksida (SO2)
·
Karbon
monoksida (CO)
·
Nitrogen
dioksida (NO2)
·
Ozon
(O3)
·
Hidro
karbon (HC)
·
PM
10, Partikel debu ( PM 2,5 )
·
TSP
(debu)
·
Pb
(Timah Hitam)
Beberapa
definisi gangguan fisik pada polusi udara diantaranya :
·
polusi
udara.
·
panas.
·
radiasi.
Beberapa
definisi gangguan kimia pada polusi udara diantaranya :
·
asap
industri.
·
asap
kendaraan bermotor.
·
asap
pembangkit listrik.
·
asap
kebakaran hutan.
·
asap
rokok.
Beberapa
definisi gangguan biologi pada polusi udara diantaranya :
·
timbunan
gas metana pada lokasi urungan tanah.
·
timbunan
gas metana pada tempat pembuangan sampah.
·
uap
pelarut organik.
Efek
Negatif Pencemaran Udara Bagi Kesehatan Tubuh
Tabel
1 menjelaskan tentang pengaruh pencemaran udara terhadap makhluk hidup. Rentang
nilai menunjukkan batasan kategori daerah sesuai tingkat kesehatan untuk dihuni
oleh manusia. Karbon monoksida, nitrogen, ozon, sulfur dioksida dan partikulat
matter adalah beberapa parameter polusi udara yang dominan dihasilkan oleh
sumber pencemar. Dari pantauan lain diketahui bahwa dari beberapa kota yang
diketahui masuk dalam kategori tidak sehat berdasarkan ISPU (Indeks Standar
Pencemar Udara) adalah Jakarta (26 titik), Semarang (1 titik), Surabaya (3
titik), Bandung (1 titik), Medan (6 titik), Pontianak (16 titik), Palangkaraya
(4 titik), dan Pekan Baru (14 titik). Satu lokasi di Jakarta yang diketahui
merupakan daerah kategori sangat tidak sehat berdasarkan pantauan lapangan [1].
Tabel
1. Pengaruh Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU)
|
Kategori
|
Rentang
|
Karbon monoksida (CO)
|
Nitrogen (NO2)
|
Ozon (O3)
|
Sulfur dioksida (SO2)
|
Partikulat
|
|
Baik
|
0-50
|
Tidak ada efek
|
Sedikit berbau
|
Luka pada Beberapa spesies tumbuhan akibat
kombinasi dengan SO2 (Selama 4 Jam)
|
Luka pada Beberapa spesies tumbuhan
akibat kombinasi dengan O3 (Selama 4 Jam)
|
Tidak ada efek
|
|
Sedang
|
51 – 100
|
Perubahan kimia darah tapi tidak
terdeteksi
|
Berbau
|
Luka pada Beberapa spesies tumbuhan
|
Luka pada Beberapa spesies tumbuhan
|
Terjadi penurunan pada jarak pandang
|
|
Tidak Sehat
|
101 – 199
|
Peningkatan pada kardiovaskular pada
perokok yang sakit jantung
|
Bau dan kehilangan warna.
Peningkatan reaktivitas pembuluh tenggorokan pada penderita asma
|
Penurunan kemampuan pada atlit yang
berlatih keras
|
Bau, Meningkatnya kerusakan tanaman
|
Jarak pandang turun dan terjadi
pengotoran debu di mana-mana
|
|
Sangat Tidak Sehat
|
200-299
|
Meningkatnya kardiovaskular pada
orang bukan perokok yang berpenyakit Jantung, dan akan tampak beberapa
kelemahan yang terlihat secara nyata
|
Meningkatnya sensitivitas pasien
yang berpenyakit asma dan bronchitis
|
Olah raga ringan mengakibatkan
pengaruh parnafasan pada pasien yang berpenyaklt paru-paru kronis
|
Meningkatnya sensitivitas pada pasien
berpenyakit asma dan bronchitis
|
Meningkatnya sensitivitas pada
pasien berpenyakit asma dan bronchitis
|
|
Berbahaya
|
300 – lebih
|
Tingkat yang berbahaya bagi semua
populasi yang terpapar
|
||||
Tabel
2. Sumber dan Standar Kesehatan Emisi Gas Buang
|
Pencemar
|
Sumber
|
Keterangan
|
|
Karbon monoksida (CO)
|
Buangan kendaraan bermotor; beberapa
proses industri
|
Standar kesehatan: 10 mg/m3 (9 ppm)
|
|
Sulfur dioksida (S02)
|
Panas dan fasilitas pembangkit
listrik
|
Standar kesehatan: 80 ug/m3 (0.03
ppm)
|
|
Partikulat Matter
|
Buangan kendaraan bermotor; beberapa
proses industri
|
Standar kesehatan: 50 ug/m3 selama 1
tahun; 150 ug/m3
|
|
Nitrogen dioksida (N02)
|
Buangan kendaraan bermotor; panas
dan fasilitas
|
Standar kesehatan: 100 pg/m3 (0.05
ppm) selama 1 jam
|
|
Ozon (03)
|
Terbentuk di atmosfir
|
Standar kesehatan: 235 ug/m3 (0.12
ppm) selama 1 jam
|
Tabel
2 memperlihatkan sumber emisi dan standar kesehatan yang ditetapkan oleh
pemerintah melalui keputusan Bapedal. BPLHD Propinsi DKI Jakarta pun mencatat
bahwa adanya penurunan yang signifikan jumlah hari dalam kategori baik untuk
dihirup dari tahun ke tahun sangat mengkhawatirkan. Dimana pada tahun 2000
kategori udara yang baik sekitar 32% (117 hari dalam satu tahun) dan di tahun
2003 turun menjadi hanya 6.85% (25 hari dalam satu tahun) [3]. Hal ini
menandakan Indonesia sudah seharusnya memperketat peraturan tentang pengurangan
emisi baik sektor industri maupun sektor transportasi darat/laut. Selain itu
tentunya penemuan-penemuan teknologi baru pengurangan emisi dilanjutkan dengan
pengaplikasiannya di masyarakat menjadi suatu prioritas utama bagi pengendalian
polusi udara di Indonesia.
Tulisan
ini mengetengahkan sekilas pandang mengenai pencemaran udara. pengertian,
pengaruhnya terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan manusia serta teknologi
terbaru untuk menguranginya. Semakin pesatnya kemajuan ekonomi mendorong
semakin bertambahnya kebutuhan akan transportasi, dilain sisi lingkungan alam
yang mendukung hajat hidup manusia semakin terancam kualitasnya, efek negatif
pencemaran udara kepada kehidupan manusia kian hari kian bertambah. Untuk
itulah tulisan singkat ini dipersembahkan sebagai bahan awal untuk melangkah
menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman. Pencemaran udara adalah masuknya,
atau tercampurnya unsur-unsur berbahaya ke dalam atmosfir yang dapat
mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan, gangguan pada kesehatan manusia
secara umum serta menurunkan kualitas lingkungan.
Pencemaran
udara dapat terjadi dimana-mana, misalnya di dalam rumah, sekolah, dan kantor.
Pencemaran ini sering disebut pencemaran dalam ruangan (indoor pollution).
Sementara itu pencemaran di luar ruangan (outdoor pollution) berasal dari emisi
kendaraan bermotor, industri, perkapalan, dan proses alami oleh makhluk hidup.
Sumber pencemar udara dapat diklasifikasikan menjadi sumber diam dan sumber
bergerak. Sumber diam terdiri dari pembangkit listrik, industri dan rumah
tangga. Sedangkan sumber bergerak adalah aktifitas lalu lintas kendaraan
bermotor dan tranportasi laut. Dari data BPS tahun 1999, di beberapa propinsi
terutama di kota-kota besar seperti Medan, Surabaya dan Jakarta, emisi
kendaraan bermotor merupakan kontribusi terbesar terhadap konsentrasi NO2 dan
CO di udara yang jumlahnya lebih dari 50%. Penurunan kualitas udara yang terus
terjadi selama beberapa tahun terakhir menunjukkan kita bahwa betapa pentingnya
digalakkan usaha-usaha pengurangan emisi ini. Baik melalui penyuluhan kepada
masyarakat ataupun dengan mengadakan penelitian bagi penerapan teknologi
pengurangan emisi.
Secara
umum, terdapat 2 sumber pencemaran udara, yaitu pencemaran akibat sumber
alamiah (natural sources), seperti letusan gunung berapi, dan yang
berasal dari kegiatan manusia (anthropogenic sources), seperti yang
berasal dari transportasi, emisi pabrik, dan lain-lain. Di dunia, dikenal 6
jenis zat pencemar udara utama yang berasal dari kegiatan manusia (anthropogenic
sources), yaitu Karbon monoksida (CO), oksida sulfur (SOx), oksida nitrogen
(NOx), partikulat, hidrokarbon (HC), dan oksida fotokimia, termask ozon.
Di Indonesia, kurang lebih 70% pencemaran
udara disebabkan oleh emisi kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor mengeluarkan
zat-zat berbahaya yang dapat menimbulkan dampak negatif, baik terhadap
kesehatan manusia maupun terhadap lingkungan, seperti timbal/timah hitam
(Pb), suspended particulate matter (SPM), oksida nitrogen
(NOx), hidrokarbon (HC), karbon monoksida (CO), dan oksida fotokimia (Ox).
Kendaraan bermotor menyumbang hampir 100% timbal, 13-44% suspended particulate
matter (SPM), 71-89% hidrokarbon, 34-73% NOx, dan hampir seluruh karbon
monoksida (CO) ke udara Jakarta. Sumber utama debu berasal dari pembakaran
sampah rumah tangga, di mana mencakup 41% dari sumber debu di Jakarta. Sektor
industri merupakan sumber utama dari sulfur dioksida. Di tempat-tempat padat di
Jakarta konsentrasi timbal bisa 100 kali dari ambang batas.
Sumber
pencemaran udara
Banyak faktor yang dapat menyebabkan
pencemaran udara, diantaranya pencemaran yang ditimbulkan oleh sumber-sumber
alami maupun kegiatan manusia atau kombinasi keduanya. Pencemaran udara dapat
mengakibatkan dampak pencemaran udara bersifat langsung dan lokal, regional, maupun
global atau tidak langsung dalam kurun waktu lama.
Pencemar
udara dibedakan menjadi pencemar primer dan pencemar sekunder. Pencemar primer
adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran
udara. Karbon monoksida adalah sebuah contoh dari pencemar udara
primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran. Pencemar sekunder adalah substansi pencemar
yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Pembentukan ozon dalam smog fotokimia adalah sebuah contoh dari pencemaran
udara sekunder.
Atmosfer
merupakan sebuah sistem yang kompleks, dinamik, dan rapuh. Belakangan ini
pertumbuhan keprihatinan akan efek dari emisi polusi udara dalam konteks global
dan hubungannya dengan pemanasan global, perubahan iklim dan deplesi ozon di stratosfer semakin meningkat.
Kegiatan manusia
·
Transportasi
·
Industri
·
Pembangkit
listrik
·
Gas
buang pabrik yang menghasilkan gas berbahaya seperti (CFC)
Sumber alami
·
Gunung
berapi
·
Rawa-rawa
·
Kebakaran
hutan
Sumber-sumber lain
·
Uap
pelarut organik
Jenis-jenis pencemar
KarbonMonoksida(CO)
Asap kendaraan merupakan sumber utama bagi karbon monoksida di berbagai perkotaan. Data mengungkapkan bahwa 60% pencemaran udara di Jakarta disebabkan karena benda bergerak atau transportasi umum yang berbahan bakar solar terutama berasal dari Metromini. Formasi CO merupakan fungsi dari rasio kebutuhan udara dan bahan bakar dalam proses pembakaran di dalam ruang bakar mesin diesel. Percampuran yang baik antara udara dan bahan bakar terutama yang terjadi pada mesin-mesin yang menggunakan Turbocharge merupakan salah satu strategi untuk meminimalkan emisi CO. Karbon monoksida yang meningkat di berbagai perkotaan dapat mengakibatkan turunnya berat janin dan meningkatkan jumlah kematian bayi serta kerusakan otak. Karena itu strategi penurunan kadar karbon monoksida akan tergantung pada pengendalian emisi seperti pengggunaan bahan katalis yang mengubah bahan karbon monoksida menjadi karbon dioksida dan penggunaan bahan bakar terbarukan yang rendah polusi bagi kendaraan bermotor.
Asap kendaraan merupakan sumber utama bagi karbon monoksida di berbagai perkotaan. Data mengungkapkan bahwa 60% pencemaran udara di Jakarta disebabkan karena benda bergerak atau transportasi umum yang berbahan bakar solar terutama berasal dari Metromini. Formasi CO merupakan fungsi dari rasio kebutuhan udara dan bahan bakar dalam proses pembakaran di dalam ruang bakar mesin diesel. Percampuran yang baik antara udara dan bahan bakar terutama yang terjadi pada mesin-mesin yang menggunakan Turbocharge merupakan salah satu strategi untuk meminimalkan emisi CO. Karbon monoksida yang meningkat di berbagai perkotaan dapat mengakibatkan turunnya berat janin dan meningkatkan jumlah kematian bayi serta kerusakan otak. Karena itu strategi penurunan kadar karbon monoksida akan tergantung pada pengendalian emisi seperti pengggunaan bahan katalis yang mengubah bahan karbon monoksida menjadi karbon dioksida dan penggunaan bahan bakar terbarukan yang rendah polusi bagi kendaraan bermotor.
Nitrogen
Dioksida (NO2)
NO2
bersifat racun terutama terhadap paru. Kadar NO2 yang lebih tinggi dari 100 ppm
dapat mematikan sebagian besar binatang percobaan dan 90% dari kematian
tersebut disebabkan oleh gejala pembengkakan paru (edema pulmonari). Kadar NO2
sebesar 800 ppm akan mengakibatkan 100% kematian pada binatang-binatang yang
diuji dalam waktu 29 menit atau kurang. Percobaan dengan pemakaian NO2 dengan
kadar 5 ppm selama 10 menit terhadap manusia mengakibatkan kesulitan dalam bernafas.
Sulfur
Oksida (SOx)
Pencemaran
oleh sulfur oksida terutama disebabkan oleh dua komponen sulfur bentuk gas yang
tidak berwarna, yaitu sulfur dioksida (SO2) dan Sulfur trioksida (SO3), yang
keduanya disebut sulfur oksida (SOx). Pengaruh utama polutan SOx terhadap
manusia adalah iritasi sistem pernafasan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa
iritasi tenggorokan terjadi pada kadar SO2 sebesar 5 ppm atau lebih, bahkan
pada beberapa individu yang sensitif iritasi terjadi pada kadar 1-2 ppm. SO2
dianggap pencemar yang berbahaya bagi kesehatan terutama terhadap orang tua dan
penderita yang mengalami penyakit khronis pada sistem pernafasan kadiovaskular.
Ozon
(O3)
Ozon
merupakan salah satu zat pengoksidasi yang sangat kuat setelah fluor, oksigen
dan oksigen fluorida (OF2). Meskipun di alam terdapat dalam jumlah kecil tetapi
lapisan ozon sangat berguna untuk melindungi bumi dari radiasi ultraviolet
(UV-B). Ozon terbentuk di udara pada ketinggian 30km dimana radiasi UV matahari
dengan panjang gelombang 242 nm secara perlahan memecah molekul oksigen (O2)
menjadi atom oksigen, tergantung dari jumlah molekul O2 atom-atom oksigen
secara cepat membentuk ozon. Ozon menyerap radiasi sinar matahari dengan kuat
di daerah panjang gelombang 240-320 nm.
Hidrokarbon
(HC)
Hidrokarbon
di udara akan bereaksi dengan bahan-bahan lain dan akan membentuk ikatan baru
yang disebut plycyclic aromatic hidrocarbon (PAH) yang banyak dijumpai di
daerah industri dan padat lalu lintas. Bila PAH ini masuk dalam paru-paru akan
menimbulkan luka dan merangsang terbentuknya sel-sel kanker.
Khlorin
(Cl2)
Gas
Khlorin ( Cl2) adalah gas berwarna hijau dengan bau sangat menyengat. Berat
jenis gas khlorin 2,47 kali berat udara dan 20 kali berat gas hidrogen khlorida
yang toksik. Gas khlorin sangat terkenal sebagai gas beracun yang digunakan
pada perang dunia ke-1.Selain bau yang menyengat gas khlorin dapat menyebabkan
iritasi pada mata saluran pernafasan. Apabila gas khlorin masuk dalam jaringan
paru-paru dan bereaksi dengan ion hidrogen akan dapat membentuk asam khlorida
yang bersifat sangat korosif dan menyebabkan iritasi dan peradangan. Gas
khlorin juga dapat mengalami proses oksidasi dan membebaskan oksigen seperti
pada proses yang terjadi di bawah ini.
Partikulat
Debu (TSP)
Pada
umumnya ukuran partikulat debu sekitar 5 mikron merupakan partikulat udara yang
dapat langsung masuk ke dalam paru-paru dan mengendap di alveoli. Keadaan ini
bukan berarti bahwa ukuran partikulat yang lebih besar dari 5 mikron tidak
berbahaya, karena partikulat yang lebih besar dapat mengganggu saluran
pernafasan bagian atas dan menyebabkan iritasi.
Timah
Hitam (Pb)
Gangguan
kesehatan adalah akibat bereaksinya Pb dengan gugusan sulfhidril dari protein
yang menyebabkan pengendapan protein dan menghambat pembuatan haemoglobin, Gejala
keracunan akut didapati bila tertelan dalam jumlah besar yang dapat menimbulkan
sakit perut muntah atau diare akut. Gejala keracunan kronis bisa menyebabkan
hilang nafsu makan, konstipasi lelah sakit kepala, anemia, kelumpuhan anggota
badan, kejang dan gangguan penglihatan.
Dampak Pencemaran Udara
Dampak kesehatan
Substansi
pencemar yang terdapat di udara dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan. Jauhnya penetrasi zat pencemar ke dalam
tubuh bergantung kepada jenis pencemar. Partikulat berukuran besar dapat
tertahan di saluran pernapasan bagian atas, sedangkan partikulat berukuran
kecil dan gas dapat mencapai paru-paru. Dari paru-paru, zat pencemar diserap
oleh sistem peredaran darah dan menyebar ke seluruh tubuh.
Dampak
kesehatan yang paling umum dijumpai adalah ISPA (infeksi
saluran pernapasan akut), termasuk di antaranya, asma, bronkitis, dan gangguan pernapasan lainnya. Beberapa
zat pencemar dikategorikan sebagai toksik dan karsinogenik.
Studi ADB memperkirakan dampak pencemaran udara di
Jakarta yang berkaitan dengan kematian prematur, perawatan rumah sakit,
berkurangnya hari kerja efektif, dan ISPA pada tahun 1998 senilai dengan 1,8
trilyun rupiah dan akan meningkat menjadi 4,3 trilyun rupiah di tahun 2015.
Dampak terhadap tanaman
Tanaman
yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat terganggu
pertumbuhannya dan rawan penyakit, antara lain klorosis, nekrosis, dan bintik hitam. Partikulat yang terdeposisi di permukaan
tanaman dapat menghambat proses fotosintesis
Hujan asam
pH normal
air hujan adalah 5,6 karena adanya CO2 di atmosfer. Pencemar udara seperti SO2
dan NO2 bereaksi dengan air hujan membentuk asam dan menurunkan pH air hujan.
Dampak dari hujan asam ini antara lain:
·
Mempengaruhi
kualitas air permukaan
·
Merusak
tanaman
·
Melarutkan
logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga mempengaruhi kualitas air
tanah dan air permukaan
·
Bersifat
korosif sehingga merusak material dan bangunan
Efek rumah kaca
Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC,
metana, ozon, dan N2O di lapisan troposfer yang menyerap radiasi panas matahari
yang dipantulkan oleh permukaan bumi. Akibatnya panas terperangkap dalam
lapisan troposfer dan menimbulkan fenomena pemanasan global.
Dampak
dari pemanasan global adalah:
·
Pencairan
es di kutub
·
Perubahan
iklim regional dan global
·
Perubahan
siklus hidup flora dan fauna
Kerusakan lapisan ozon
Lapisan ozon yang berada di stratosfer (ketinggian 20-35 km) merupakan
pelindung alami bumi yang berfungsi memfilter radiasi ultraviolet B dari matahari. Pembentukan dan
penguraian molekul-molekul ozon (O3) terjadi secara alami di stratosfer. Emisi
CFC yang mencapai stratosfer dan bersifat sangat stabil menyebabkan laju
penguraian molekul-molekul ozon lebih cepat dari pembentukannya, sehingga
terbentuk lubang-lubang pada lapisan ozon.
Kerusakan
lapisan ozon menyebabkan sinar UV-B matahri tidak terfilter dan dapat
mengakibatkan kanker kulit
serta penyakit pada tanaman.
Apa
yang Harus Dilakukan?
Penanggulangan
pencemaran udara tidak dapat dilakukan tanpa menanggulangi penyebabnya.
Mempertimbangan sektor transportasi sebagai kontributor utama pencemaran udara,
maka sektor ini harus mendapat perhatian utama.
·
menyerukan
kepada pemerintah untuk memperbaiki sistem transportasi yang ada saat ini,
dengan sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan dan terjangkau oleh
publik. Prioritas utama harus diberikan pada sistem transportasi massal dan
tidak berbasis kendaraan pribadi.
·
juga
menyerukan kepada pemerintah untuk segera memenuhi komitmennya untuk
memberlakukan pemakaian bensin tanpa timbal.
·
Di
sektor industri, penegakan hukum harus dilaksanakan bagi industri
pencemar.
Solusi
Solusi
untuk mengatasi polusi udara kota terutama ditujukan pada pembenahan sektor
transportasi, tanpa mengabaikan sektor-sektor lain. Hal ini kita perlu belajar
dari kota-kota besar lain di dunia, yang telah berhasil menurunkan polusi udara
kota dan angka kesakitan serta kematian yang diakibatkan karenanya.
*
Pemberian izin bagi angkutan umum kecil hendaknya lebih dibatasi, sementara
kendaraan angkutan massal, seperti bus dan kereta api, diperbanyak.
*
Pembatasan usia kendaraan, terutama bagi angkutan umum, perlu dipertimbangkan
sebagai salah satu solusi. Sebab, semakin tua kendaraan, terutama yang kurang
terawat, semakin besar potensi untuk memberi kontribusi polutan udara.
*
Potensi terbesar polusi oleh kendaraan bermotor adalah kemacetan lalu lintas
dan tanjakan. Karena itu, pengaturan lalu lintas, rambu-rambu, dan tindakan
tegas terhadap pelanggaran berkendaraan dapat membantu mengatasi kemacetan lalu
lintas dan mengurangi polusi udara.
*
Pemberian penghambat laju kendaraan di permukiman atau gang-gang yang sering diistilahkan
dengan “polisi tidur” justru merupakan biang polusi. Kendaraan bermotor akan
memperlambat laju
*
Uji emisi harus dilakukan secara berkala pada kendaraan umum maupun pribadi
meskipun secara uji petik (spot check). Perlu dipikirkan dan dipertimbangkan
adanya kewenangan tambahan bagi polisi lalu lintas untuk melakukan uji emisi di
samping memeriksa surat-surat dan kelengkapan kendaraan yang lain.
*
Penanaman pohon-pohon yang berdaun lebar di pinggir-pinggir jalan, terutama
yang lalu lintasnya padat serta di sudut-sudut kota, juga mengurangi polusi
udara.
·
Pemberi
insentif bagi kendaraan bermotor yang memakai bahan bakar gas:
1. Keringanan pajak kendaraan bermotor
yang menggunakan bahan bakar gas berupa PBBKB (Pajak Bahan Bakar Kendaran
Bermotor). Ref. PERPU. No.21 tahun 1997
2. Pemberian keringanan pajak untuk
bea-impor conversion kit, sehingga harga jualnya dapat ditekan dan terjangkau
oleh masyarakat
3. Peraturan pemerintah yang mewajibkan
kepada Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) untuk memasang Catalytic Converter
pada setiap kendaraan baru yang sudah diproduksi
·
Pembuatan
Bahan Bakar Nabati (BBN). Kebijakan pemerintah untuk percepatan pembuatan BBN
antara lain:
1. Peraturan Pemerintah (PP) No.5 tahun
2006 tentang kebijakan energi nasional.
2. Instruksi Presiden (Inpres) No.1 tahun
2006 tentang penyediaan dan pemanfaatan BBN.
3. Keputusan Presiden
(Keppres) No.10 tahun 2006 tentang Tim Nasional pengembangan BBN
untuk percepatan pengurangan kemiskinan dan pengangguran.
b. BAHAYANYA
MEROKOK
Rokok adalah silinder
dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm(bervariasi
tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi
daun-dauntembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu
ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada
ujung lainnya.
Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak
atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam
kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga
umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya
kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker
paru-paru atau serangan jantung (walaupun pada kenyataannya itu
hanya tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi).
Di Indonesia
pemasaran rokok adalah pemasaran produk yang paling heboh! Gencar menyelusup
kesegenap wilayah kehidupan masyarakat disemua strata. Tua, muda, miskin dan
kaya bisa menikmati rokok. Hal yang biasa, produsen rokok menjadi sponsor acara
musik, sehingga masyarakat, kawula muda khususnya bisa menikmati pertunjukkan
musik artis idolanya dengan cuma-cuma. Sponsor acara olahraga. Meskipun didunia
olahraga, merokok adalah hal yang tabu. Menjadi donatur – sponsor untuk
pengelolaan, keindahan taman suatu kota, kegiatan seminar dan lain sebagainya.
Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya
adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja
dewa atau roh. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika,
sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan
kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di
kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk
keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Abad
17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai
masuk negara-negara Islam
Menurut WHO,
merokok akan menciptakan beban ganda, karena merokok akan menganggu kesehatan
sehingga lebih banyak biaya harus dikeluarkan untuk mengobati penyakitnya.
Disamping itu meropok juga menghabiskan uang yang seharusnya digunakan untuk
membeli makanan yang bergizi.
Untuk
mengurangi/menghilangkan kemiskinan, pemerintah perlu segera mengatasi masalah
konsumsi tembakau. Karena itu Kepala Perwakilan WHO untuk Indonesia mendorong
pemerintah Indonesia untuk lebih serius lagi mempertimbangkan untuk
menandatangani global Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) akhir masa
penandatangan akhir Juni 2004. Dengan demikian Indonesia dapat menjadi pemimpin
regional dalam gerakan pengawasan tembakau.
Selain
meluncurkan buku, Menkes menyerahkan penghargaan “Manggala Karya Bakti Husada
Arutala” kepada Pondok Pesantren Langitan karena jasanya dalam menciptakan
Kawasan Tanpa Rokok serta penyerahan hadiah kepada 4 pemenang Quit and Win
(Lomba Berhenti Merokok) yang diselenggarakan Lembaga Menanggulangi Masalah
Merokok (LM3).
.
- Jenis rokok
Rokok dibedakan menjadi
beberapa jenis. Pembedaan ini didasarkan atas bahan pembungkus rokok, bahan baku atau isi rokok, proses pembuatan rokok, dan penggunaan filter pada rokok.
Rokok berdasarkan bahan pembungkus.
- Klobot : rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun jagung.
- Kawung : rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun aren.
- Sigaret : rokok yang bahan pembungkusnya berupa kertas.
- Cerutu : rokok yang bahan pembungkusnya berupa daun tembakau.
Rokok berdasarkan bahan baku atau isi.
- Rokok Putih: rokok yang bahan baku atau isinya hanya daun tembakau yang diberi sausuntuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.
- Rokok Kretek: rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau
dan cengkehyang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma
tertentu.
- Rokok Klembak: rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau,
cengkeh, dan kemenyan yang diberi saus untuk mendapatkan efek
rasa dan aroma tertentu.
Rokok berdasarkan proses pembuatannya.
- Sigaret Kretek Tangan (SKT): rokok yang proses pembuatannya
dengan cara digiling atau dilinting dengan menggunakan tangan
dan atau alat bantu sederhana.
- Sigaret Kretek Mesin (SKM): rokok yang proses pembuatannya
menggunakan mesin. Sederhananya, material rokok dimasukkan ke
dalam mesin pembuat rokok. Keluaran yang dihasilkan mesin pembuat
rokok berupa rokok batangan. Saat ini mesin pembuat rokok telah mampu
menghasilkan keluaran sekitar enam ribu sampai delapan ribu batang rokok
per menit. Mesin pembuat rokok, biasanya, dihubungkan dengan mesin
pembungkus rokok sehingga keluaran yang dihasilkan bukan lagi berupa
rokok batangan namun telah dalam bentuk pak. Ada pula mesin
pembungkus rokok yang mampu menghasilkan keluaran berupa rokok dalam pres,
satu pres berisi 10 pak. Sayangnya, belum ditemukan mesin yang
mampu menghasilkan SKT karena terdapat perbedaan diameter pangkal dengan
diameter ujung SKT. Pada SKM, lingkar pangkal rokok dan
lingkar ujung rokok sama besar.
Sigaret Kretek Mesin sendiri dapat dikategorikan kedalam
2 bagian :
- Sigaret Kretek Mesin Full Flavor (SKM FF): rokok yang dalam proses
pembuatannya ditambahkan aroma rasa yang khas. Contoh: Gudang Garam
International, Djarum Super dan lain-lain.
- Sigaret Kretek Mesin Light Mild (SKM LM): rokok mesin yang menggunakan
kandungan tar dan nikotin yang rendah. Rokok jenis ini jarang menggunakan
aroma yang khas. Contoh: A Mild, Clas Mild, Star Mild, U Mild, L.A.
Lights, Surya Slims dan lain-lain.
Rokok berdasarkan penggunaan filter.
- Rokok Filter (RF) : rokok yang pada bagian pangkalnya terdapat gabus.
- Rokok Non Filter (RNF) : rokok yang pada bagian pangkalnya tidak terdapat gabus.
Dilihat dari komposisinya :
- Bidis: Tembakau yang digulung dengan daun temburni kering dan diikat
dengan benang.Tar dan karbon monoksidanya lebih tinggi daripada rokok
buatan pabrik. Biasaditemukan di Asia Tenggara dan India.
- Cigar: Dari fermentasi tembakau yang diasapi, digulung dengan daun
tembakau. Adaberbagai jenis yang berbeda di tiap negara. Yang terkenal
dari Havana, Kuba.
- Kretek: Campuran tembakau dengan cengkeh atau aroma cengkeh berefek
mati rasa dan sakit saluran pernapasan. Jenis ini paling berkembang dan
banyak di Indonesia.
- Tembakau langsung ke mulut atau tembakau kunyah juga biasa digunakan
di AsiaTenggara dan India. Bahkan 56 persen perempuan India menggunakan
jenis kunyah. Adalagi jenis yang diletakkan antara pipi dan gusi, dan
tembakau kering yang diisap denganhidung atau mulut.
- Shisha atau hubbly bubbly: Jenis tembakau dari buah-buahan atau rasa
buah-buahanyang disedot dengan pipa dari tabung. Biasanya digunakan di
Afrika Utara, TimurTengah, dan beberapa tempat di Asia. Di Indonesia,
shisha sedang menjamur seperti dikafe-kafe
Rokok dan Kematian
Rokok merupakan
salah satu penyebab kematian utama di dunia dan merupakan satu-satunya produk
legal yang membunuh seperti hingga setengah penggunannya. Survey Ikatan Ahli
Kesehatan Masyarakat Indonesia tahun 2007 menyebutkan setiap jam sekitar 46
orang meninggal dunia karena penyakit yang berhubungan dengan merokok di
Indonesia.
Kebiasaan merokok
sedikitnya menyebabkan 30 jenis penyakit pada manusia. Penyakit yang
timbul akan tergantung dari kadar zat berbahaya yang terkandung, kurun waktu
kebiasaan merokok, dan cara menghisap rokok. Semakin muda seseorang mulai
merokok, makin besar resiko orang tersebut mendapat penyakit saat tua.
3. Mengapa
Rokok Berbahaya?
Dalam satu batang
rokok mengandung sekitar 7.000 zat kimia, 200 jenis diantaranya bersifat
karsinogenik, yaitu zat yang merusak gen dalam tubuh sehingga memicu terjadinya
kanker, seperti kanker paru, emfisema, dan bronkitis kronik. Atau juga kanker
lain, seperti kanker nasofarings, mulut, esofagus, pankreas, ginjal, kandung
kemih, dan rahim. Aterosklerosis atau pangerasan pembuluh darah bisa
menyebabkan penyakit jantung, hipertensi, risiko stroke, menopause dini,
osteoporosis, kemandulan, dan impotensi.
Racun rokok
terbesar dihasilkan oleh asap yang mengepul dari ujung rokok yang sedang tak
dihisap. Sebab asap yang dihasilkan berasal dari pembakaran tembakau yang tidak
sempurna. Asap rokok mengandung sejumlah zat yang berbahaya seperti
benzen, nikotin, nitrosamin, senyawa amin, aromatik, naftalen, ammonia, oksidan
sianida, karbon monoksida benzapirin, dan lain-lain. Partikel ini akan
mengendap di saluran napas dan sangat berbahaya bagi tubuh. Endapan asap rokok
juga mudah melekat di benda- benda di ruangan dan bisa bertahan sampai lebih dari
3 tahun, dengan tetap berbahaya.
Beberapa
penyelidikan membuktikan bahwa anak-anak yang orang tuanya merokok lebih mudah
menderita penyakit pernafasan daripada anak-anak yang orang tuanya tidak
merokok. Orang tua yang menderita penyakit infeksi pernafasan, anaknya dua kali
lebih banyak menderita bronkitis dan pneumonia pada umur dibawah satu tahun.
Anak-anak dari ibu yang merokok tidak saja mengalami risiko pada masa sebelum
dilahirkan, tetapi selama berumur kurang dari satu tahun juga dalam risiko yang
lebih besar untuk menderita penyakit serius. Meningkatnya kalangan perokok pada
wanita, memperlihatkan intensitas kanker paru di kalangan wanita makin
meningkat. Lebih memprihatinkan lagi merokok pada waktu hamil berpengaruh buruk
pada janin dan bayi yang dilahirkan dan dapat menyebabkan kelahiran dini –
prematur.
4. Bahaya
Perokok Pasif
Perokok
pasif merupakan
seorang penghirup asap rokok dari orang yang sedang merokok. Akibatnya lebih
berbahaya dibandingkan perokok aktif. Bahkan bahaya yang harus ditanggung
perokok pasif tiga kali lipat dari bahaya perokok aktif.
Konsentrasi zat
berbahaya di dalam tubuh perokok pasif lebih besar karena racun yang terhisap
melalui asap rokok perokok aktif tidak terfilter. Sedangkan racun rokok dalam
tubuh perokok aktif terfilter melalui ujung rokok yang dihisap. "Namun
konsentrasi racun perokok aktif bisa meningkat jika perokok aktif kembali
menghirup asap rokok yang ia hembuskan."
Racun rokok
terbesar dihasilkan oleh asap yang mengepul dari ujung rokok yang sedang tak
dihisap. Sebab asap yang dihasilkan berasal dari pembakaran tembakau yang tidak
sempurna.
Perokok pasif
lebih berbahaya dibandingkan perokok aktif. Bahkan bahaya perokok pasif tiga
kali lipat dari bahaya perokok aktif. Dokter Budhi Antariksa, Spesialis Paru
dari Rumah Sakit Royal Taruma mengatakan, sebanyak 25 persen zat berbahaya yang
terkandung dalam rokok masuk ke tubuh perokok, sedangkan 75 persennya beredar
di udara bebas yang berisiko masuk ke tubuh orang di sekitarnya.
Konsentrasi zat
berbahaya di dalam tubuh perokok pasif lebih besar karena racun yang terhisap
melalui asap rokok perokok aktif tidak terfilter. Sedangkan racun rokok dalam
tubuh perokok aktif terfilter melalui ujung rokok yang dihisap. Namun
konsentrasi racun perokok aktif bisa meningkat jika perokok aktif kembali
menghirup asap rokok yang ia hembuskan. “Namun karena perokok aktif sekaligus
menjadi perokok pasif maka dengan sendirinya risiko perokok aktif jauh lebih
besar daripada perokok pasif,” ujar dr.Budhi Antariksa.
Selain itu, berbagai
hasil penelitian juga menyimpulkan perokok wanita berisiko 25 persen
lebih tinggi daripada perokok pria. Perokok wanita memiliki risiko ganda
terhadap penyakit jantung dan kanker paru-paru bila dibandingkan dengan perokok
pria. Penyebabnya karena wanita memiliki berat badan dan saluran darah yang
lebih kecil dari pria.
Bahaya merokok
pada wanita antara lain: Merusak kulit, mengganggu sistem reproduksi, menganggu
siklus menstruasi termasuk timbulnya rasa nyeri, menurunkan kesuburan,
meningkatkan risiko terkena kanker payudara, rahim, dan kanker paru-paru,
menganggu pertumbuhan janin dalam rahim, menganggu kelancaran ASI,
keguguran, hingga kematian janin.
Mungkin hanya
rokok, satu-satunya produk yang menyantumkan ‘iklan’ pemberitahuan yang justru
menyebabkan orang untuk berpikir tentang kerugian merokok.
- ZAT-ZAT
BERBAHAYA PADA ROKOK
Pernahkah anda
membayangkan bahwa kandungan zat kimia yang terdapat didalam sebatang rokok itu
berjumlah tiga ribu macam menurut Terry dan Horn. Tetapi hanya tujuh ratus
macam zat saja yang dikenal. Sedikit info tentang rokok yang berkenaan
dengan bahan pokoknya, tembakau : Tembakau berasal dari kata Indian ‘tobago’
mengandung sekitar 2.000 unsur kimiawi! Yang sepuluh (10) diantaranya berbahaya
bagi kesehatan, yakni : Tar [belangkin], karbon monoksida, nikotin, hidrogen
sianida, benzopyrene, dimethyl nitrosamine, N-Nitrosonor nikotin, catechol,
phenol dan acrolein. Di beberapa negara telah dikenakan ketentuan-ketentuan
pembatasan kadar tar, nikotin dalam pembuatan rokok. Bahkan di Norwegia, Swedia
dan Finlandia, pembatasan merokok telah tegas diatur dengan undang-undang.
Tahun 1971 pemerintah Norwegia mensahkan pendirian ” National Council on
Smoking and Health ” atau Dewan Nasional untuk Merokok dan Kesehatan . Disini
ada 15 macam zat berbahaya yang bisa anda ketahui yaitu :
1. ACROLEIN ;
zat berbentuk cair tidak berwarna diperoleh dengan mengambil cairan dari
glyceril atau dengan mengeringkannya. Pada dasarnya zat ini mengandung alkohol
yang pasti sangat mengganggu kesehatan.
2. KARBON
MONOXIDA ; gas yang tidak berbau. Karbon monoksida adalah bahan
kimia beracun ditemukan dalam asap buangan mobil. Hal inilah yang kemudian bisa
menurunkan jumlah oksigen dalam darah dan menghalangi semua kinerja organ
pensuply oksigen di dalam tubuh. Karena tubuh kurang oksigen membuat jantung
mengalami penebalan dan bekerja lebih keras memompa darah. Inilah penyebab
utama seorang perokok bisa mengalami serangan jantung secara mendadak. Zat
ini dihasilkan dari pembakaran yang tidak sempurna dari unsur zat karbon. Jika
karbon monoxida ini masuk ke dalam tubuh dan dibawa oleh hemoglobin ke dalam
otot-otot tubuh. Satu molekul hemoglobin dapat membawa empat molekul oksigen.
Apabila didalam hemoglobin itu terdapat karbon monoxida, berakibat seseorang
akan kekurangan oksigen.
3. NIKOTIN ;
cairan berminyak tidak berwarna. Zat ini bisa menghambat rasa lapar. Jadi
menyebabkan seseorang merasa tidak lapar karena mengisap rokok.
4. AMMONIA ;
gas yang tidak berwarna, terdiri dari nitrogen dan hidrogen. Memiliki bau yang
sangat tajam dan merangsang. Zat ini sangat cepat memasuki sel-sel tubuh dan
kalau disuntikkan sedikit saja pada aliran darah akan membuat pingsan atau
koma.
5. FORMIC
ACID ; cairan tidak berwarna, tajam baunya, bisa bergerak bebas dan
dapat membuat lepuh.
6. HYDROGEN
CYANIDE ; gas tidak berwarna, tidak berbau dan tidak ada rasa. Zat ini
paling ringan dan mudah terbakar. Cyanide mengandung racun berbahaya dan jika
dimasukkan langsung ke dalam tubuh akan berakibat kematian.
7. NITROUS
OXIDE ; gas tidak berwarna dan jika diisap dapat menyebabkan hilangnya
pertimbangan dan membuat rasa sakit. Zat ini awalnya adalah untuk zat pembius
pada saat operasi.
8. FORMALDEHYDE ;
gas tidak berwarna dan berbau tajam. Gas ini bersifat pengawet dan pembasmi
hama.
9. PHENOL ;
zat ini terdiri dari campuran kristal yang dihasilkan dari distilasi zat-zat
organik misalnya kayu dan arang. Phenol bisa terikat didalam protein dan
menghalangi kerja enzyme.
10. ACETOL ;
zat ini adalah hasil dari pemanasan aldehyde dan menguap dengan alkohol.
11. HYDROGEN
SULFIDE ; gas yang mudah terbakar dan berbau keras. Zat ini
menghalangi oxidasi enxym (zat besi berisi pigmen).
12. PYRIDINE ;
cairan tidak berwarna dan berbau tajam. Zat ini mampu mengubah alkohol sebagai
pelarut dan pembunuh hama.
13. METHYL
CHLORIDE : merupakan campuran zat-zat bervalensa satu atas mana
hidrogen dan karbon sebagai unsur utama. Zat ini merupakan compound organis
yang sangat beracun dan uapnya bersifat sama dengan pembius.
14. METHANOL ;
cairan ringan yang mudah menguap dan terbakar. Jika diminum dan diisap dapat
berakibat pada kebutaan dan kematian.
15. TAR ;
cairan kental berwarna coklat tua atau hitam didapatkan dengan cara distilasi kayu
dan arang juga dari getah tembakau. Tar itu sendiri mengandung banyak
bahan beracun ke dalam tubuh. Ini adalah substansi, tebal lengket, dan ketika
menghirup itu melekat pada rambut-rambut kecil di paru-paru. Organ ini
melindungi paru-paru dari kotoran dan infeksi, tapi ketika tertutup tar organ
ini tidak dapat melakukan fungsinya. Tar juga melapisi dinding sistem respirasi
secara keseluruhan, mempersempit tabung yang transportasi udara (yang
bronchioles) dan mengurangi elastisitas paru-paru. Yang pada akhirnya
menyebabkan kanker paru-paru dan penyakit pernafasan kronis.
Kandungan Zat Pada Rokok Beserta
Efeknya Terhadap Kesehatan
Rokok mengandung
kurang lebih 4000 lebih elemen-elemen dan setidaknya 200 diantaranya berbahaya
bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon
monoksida. Selain itu, dalam sebatang rokok juga mengandung bahan-bahan kimia
lain yang tak kalah beracunnya.
|
No
|
Nama zat
|
Defenisi & efek terhadap
kesehatan
|
|
1
|
ACROLEIN
C3H4O
|
Zat berbentuk cair tidak berwarna
diperoleh dengan mengambil cairan dari glyceril atau dengan mengeringkannya.
Pada dasarnya zat ini mengandung alkohol yang pasti sangat mengganggu
kesehatan.
|
|
2
|
KARBON MONOXIDA
CO
|
Gas yang tidak berbau. Zat ini
dihasilkan dari pembakaran yang tidak sempurna dari unsur zat karbon. Jika
karbon monoxida ini masuk ke dalam tubuh dan dibawa oleh hemoglobin ke dalam
otot-otot tubuh. Satu molekul hemoglobin dapat membawa empat molekul oksigen.
Apabila didalam hemoglobin itu terdapat karbon monoxida, berakibat seseorang
akan kekurangan oksigen.
|
|
3
|
NIKOTIN
C10H14N2
|
Cairan berminyak tidak berwarna. Zat
ini bisa menghambat rasa lapar. Jadi menyebabkan seseorang merasa tidak lapar
karena mengisap rokok.
|
|
4
|
AMMONIA
NH3
|
Gas yang tidak berwarna, terdiri
dari nitrogen dan hidrogen. Memiliki bau yang sangat tajam dan merangsang.
Zat ini sangat cepat memasuki sel-sel tubuh dan kalau disuntikkan sedikit
saja pada aliran darah akan membuat pingsan atau koma
|
|
5
|
FORMIC ACID
HCO2H
|
Cairan tidak berwarna, tajam baunya,
bisa bergerak bebas dan dapat membuat lepuh.
|
|
6
|
HYDROGEN CYANIDE
HCN
|
Gas tidak berwarna, tidak berbau dan
tidak ada rasa. Zat ini paling ringan dan mudah terbakar. Cyanide mengandung
racun berbahaya dan jika dimasukkan langsung ke dalam tubuh akan berakibat
kematian.
|
|
7
|
NITROUS OXIDE
N2O
|
Gas tidak berwarna dan jika diisap
dapat menyebabkan hilangnya pertimbangan dan membuat rasa sakit. Zat ini
awalnya adalah untuk zat pembius pada saat operasi.
|
|
8
|
FORMALDEHYDE
CH2O
|
Gas tidak berwarna dan berbau tajam.
Gas ini bersifat pengawet dan pembasmi hama.
|
|
9
|
PHENOL
C6H5OH
|
Zat ini terdiri dari campuran
kristal yang dihasilkan dari distilasi zat-zat organik misalnya kayu dan
arang. Phenol bisa terikat didalam protein dan menghalangi kerja enzyme
|
|
10
|
ACETOL
C2H4O2
|
Zat ini adalah hasil dari pemanasan
aldehyde dan menguap dengan alkohol.
|
|
11
|
HYDROGEN SULFIDE
H2S
|
Gas yang mudah terbakar dan berbau
keras. Zat ini menghalangi oxidasi enxym (zat besi berisi pigmen).
|
|
12
|
PYRIDINE
|
Cairan tidak berwarna dan berbau
tajam. Zat ini mampu mengubah alkohol sebagai pelarut dan pembunuh hama.
|
|
13
|
METHYL CHLORIDE
CH2=CHCl
|
Merupakan campuran zat-zat
bervalensa satu atas mana hidrogen dan karbon sebagai unsur utama. Zat ini
merupakan compound organis yang sangat beracun dan uapnya bersifat sama
dengan pembius.
|
|
14
|
METHANOL
CH3OH
|
Cairan ringan yang mudah menguap dan
terbakar. Jika diminum dan diisap dapat berakibat pada kebutaan dan kematian.
|
|
15
|
TAR
C6H6
|
Cairan kental berwarna coklat tua
atau hitam didapatkan dengan cara distilasi kayu dan arang juga dari getah
tembakau. Zat inilah yang menyebabkan kanker paru-paru.
|
Penyakit
kardiovaskular merupakan sebuah penyakit yang menyebabkan kelainan pada jantung
dan pembuluh darah manusia. Perlu diketahui penyakit jantung adalah penyebab
utama kematian akibat merokok. Merokok selama bertahun tahun akan menyebabkan
pengerasan pembuluh darah, hal ini di sebabkan oleh kolesterol dan lemak yang
tertimbun di arteri karena zat nikotin yang ada pada rokok.
Seperti
halnya bahaya narkoba, Merokok dapat mempercepat proses pengerasan dan
penyempitan di arteri dan menyebabkan pembekuan darah potensinya 2 sampai 4
kali lipat dari non perokok. Penyakit Kardiovaskular dapat terjadi
dari berbagai jenis tergantung dari arteri yang terkena sumbatan. Secara umum
ada beberapa potensi penyakit yang terkena yaitu
- Pembekuan
darah di jantung dan otak yang menyebabkan kematian mendadak
- Trombosis
koroner, yang menyebabkan serangan jantung. Sekitar 30 persen disebabkan
oleh merokok.
- Trombosis
otak, hal ini menyebabkan stroke dan kelumpuhan bahkan demensia.
- Tekanan
darah tinggi atau gagal ginjal.
Merokok Dapat Menyebabkan Kanker
Bahaya rokok
untuk kesehatan adalah menyebabkan kanker, ada banyak penyakit kanker yang
disebabkan oleh rokok. Tentu salah satunya adalah kanker paru paru, 90%
dari pasien kanker paru paru disebabkan karena merokok. Selain itu perokok juga
berpotensi memiliki resiko lebih tinggi terhadap kanker berikut ini :
- Kanker
kandung kemih
- Kanker
ginjal
- Kanker
faring dan laring (kanker tenggorokan)
- Kanker mulut
- Kanker
kerongkongan
- Kanker
pankreas
- Kanker perut
- Beberapa
jenis leukemia
- Kanker
hidung dan sinus
- Kanker
serviks
- Kanker usus
- Kanker
ovarium
- Kanker
payudara
Bahaya merokok
bagi tubuh manusia memang sangat mengerikan, begitu banyak penyakit kanker yang
disebabkan oleh merokok dan hanya karena sebatang rokok. Jadi belajar cara
berhenti merokok memang salah satu cara agar terbebas dari rokok yang
berbahaya.
Merokok Menyebabkan Gangguan Kehamilan
Kehamilan memang
sangat berharga, banyak yang mencari cara cepat hamil agar mendapat
momongan namun banyak pula yang membahayakannya dengan merokok setiap hari.
Sungguh sangat disayangkan karena merokok dapat mengganggu janin dan rahim bagi
Ibu yang menghisapnya.
Bahaya Merokok Bagi Tubuh
Masih ada banyak bahaya merokok bagi
tubuh manusia dan sangat berpengaruh negatif terhadap kesehatan tubuh.
- Merokok
mengurangi kesuburan pasangan suami istri.
- Merokok
dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.
- Merokok
dapat menyebabkan asma akut.
- Asap rokok
dapat menyebabkan iritasi mata dan membuat merah mata.
- Perokok
dapat meningkatkan risiko katarak .
- Merokok
menyebabkan noda dan membuat gigi kuning.
- Merokok
meningkatkan risiko penyakit periodontal , yang menyebabkan gusi bengkak
, bau mulut dan gigi rontok .
- Perokok
dapat meningkatkan keriput dan cepat tua.
Merokok dapat menyebabkan impoten
Salah satu penyakit
yang paling ditakutkan oleh kaum adam adalah impoten, perokok cendrung memiliki
potensi terkena penyakit ini lebih tinggi dibandingkan dengan non perokok.Bagi
pria antara umur 30-40-an dapat meningkatkan disfungsi ereksi lebih dari 50%.
BAB III
PENUTUP
A.KESIMPULAN
- Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang
antara 70 hingga 120 mm(bervariasi tergantung negara) dengan
diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang
telah dicacah
- Rokok dibedakan menjadi beberapa jenis. Pembedaan
ini didasarkan atas bahan pembungkus rokok, bahan baku atau isi
rokok, proses pembuatan rokok, danpenggunaan filter pada rokok
- Dalam satu
batang rokok mengandung sekitar 7.000 zat kimia, 200 jenis diantaranya
bersifat karsinogenik, yaitu zat yang merusak gen dalam tubuh sehingga
memicu terjadinya kanker, seperti kanker paru, emfisema, dan bronkitis
kronik
4. Perokok pasif merupakan seorang penghirup asap rokok
dari orang yang sedang merokok. Akibatnya lebih berbahaya dibandingkan perokok
aktif. Bahkan bahaya yang harus ditanggung perokok pasif tiga kali lipat dari
bahaya perokok aktif.
- Zat-zat
yang terkandung dalam rokokyang berbahaya bagi kesehatan,
yakni : Tar [belangkin], karbon monoksida, nikotin, hidrogen sianida,
benzopyrene, dimethyl nitrosamine, N-Nitrosonor nikotin, catechol, phenol
dan acrolein
B.SARAN
Menyadari
bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih
fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber – sumber
yang lebih banyak yang tentunga dapat di pertanggung jawabkan.
Untuk
saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penulisan juga bisa untuk
menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah yang telah di jelaskan.
Untuk bagian terakhir dari makalah adalah daftar pustaka. Pada kesempatan lain
akan saya jelaskan tentang daftar pustaka makalah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar