makalah matematika peluang
KATA
PENGANTAR
Asslamu’alaikum
Wr. Wb.
Segala
puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan nikmat
iman dan nikmat islam kepada kita, tak lupa shalawat beserta salam kami limpah
curahkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Pada
kesempatan ini kami selaku penulis mencoba untuk membuat makalah tentang. “Peluang”
Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas “MATEMATIKA”.
Kami
mengucapkan banyak terima kasih kepada segenap pembaca. Apabila dalam makalah
ini terdapat banyak kekurangan, kami mohon maaf. Dan kami sangat menantikan
saran dan kritik pembaca yang sifatnya membangun. Atas perhatiannya kami
ucapkan terima kasih.
Sungguminasa,
18 Januari 2017
( KELOMPOK 7 )
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG MASALAH
Hitung
peluang mula-mula dikenal pada abad ke-17 yang bermula dari permainan sebuah
dadu yang dilempar. Peluang (kemungkinan, probability) dari permukaan
dadu yang tampak ketika dilempar, diamati dan dihitung, perhitungan sejenis ini
berkembang cukup pesat menjadi teori peluang yang banyak pemakaiannya dalam
kehidupan sehari-hari. Dalam berpergian kita sering mempertanyakan apakah
terjadi hujan hari ini. Dalam berdagang kita selalu berfikir tentang
kemungkinan untuk mengambil keuntungan. Masih banyak contoh lagi yang berkaitan
dengan peluang.
B.
TUJUAN PENULISAN
1.
Untuk memenuhi tugas matematika
yaitu tentang peluang.
2.
Sebagai media belajar siswa yang
memberikan banyak latihan yang dapat menunjang belajar mahasiswa.
3.
Diharapkan siswa memiliki kemampuan
dalam menjelaskan konsep-konsep dalam peluang dan dapat menyelesaikan masalah
tentang peluang.
C.
RUANG LINGKUP
Membahas materi tentang peluang yang
sesuai dengan materi dalam standar isi.
BAB
II
PEMBAHASAN
PELUANG
- Pengertian Peluang
Dasar logika proses pengambilan inferensi statistik tentang
suatu populasi dengan analisa data sampel adalah peluang. Peluang adalah
bilangan yang menunjukkan seberapa besar kemungkinan suatu peristiwa akan
terjadi. Peluang mempunyai nilai antara 0 dan 1. Peluang berhubungan dengan
percobaan yang menghasilkan sesuatu yang tidak pasti.
A. Kaidah Pencacahan
Kaidah-kaidah pencacahan mencoba menemukan beberapa banyaknya hasil yang mungkin terjadi (muncul) pada berbagai percobaan. Secara umum cara menemukan banyaknya hasil yang mungkin muncul pada suatu percobaan adalah dengan menggunakan pendekatan-pendekatan sebagai berikut :
Kaidah-kaidah pencacahan mencoba menemukan beberapa banyaknya hasil yang mungkin terjadi (muncul) pada berbagai percobaan. Secara umum cara menemukan banyaknya hasil yang mungkin muncul pada suatu percobaan adalah dengan menggunakan pendekatan-pendekatan sebagai berikut :
1. Kaidah Perkaian
2. Permutasi
3. Kombinasi
2. Permutasi
3. Kombinasi
I. Kaidah Perkalian
Kaidah perkalian mengatakan bahwa jika tempat pertama dapat diisi dengan
Contoh:
Bila kita perhatikan nomor rumah yang terdiri atas dua angka, tanpa angka nol, maka banyak rumah yang dimaksud dengan nomor ganjil ialah ….Jawab: Nomor rumah yang dimaksud terdiri atas dua angka. Ini berarti ada dua tempat yang harus diisi, yaitu PULUHAN dan SATUAN. Karena nomor harus ganjil, maka tempat satuan hanya dapat diisi oleh bilangan-bilangan ganjil, yaitu 1, 3, 5, 7, dan 9. Dengan demikian ada 5 cara untuk mengisi tempat satuan, sehingga
Sedangkan tempat puluhan dapat diisi oleh angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9. Sehingga
II. Permutasi
Permutasi adalah susunan unsur-unsur yang berbeda dalam urutan tertentu. Pada permutasi urutan diperhatikan sehingga
Permutasi k unsur dari n unsur
adalah semua urutan yang berbeda yang
mungkin dari k unsur yang diambil dari n unsur yang berbeda. Banyak permutasi k
unsur dari n unsur ditulis
atau
.
Permutasi siklis (melingkar) dari n unsur adalah (n-1) !
Permutasi adalah susunan unsur-unsur yang berbeda dalam urutan tertentu. Pada permutasi urutan diperhatikan sehingga
Permutasi k unsur dari n unsur
Permutasi siklis (melingkar) dari n unsur adalah (n-1) !
Contoh :
Suatu keluarga yang terdiri atas 6 orang duduk mengelilingi sebuah meja
makan yang berbentuk lingkaran. Berapa banyak cara agar mereka dapat duduk
mengelilingi meja makan dengan cara yang berbeda?
Jawab :
Banyaknya cara agar 6 orang dapat duduk mengelilingi meja makan dengan urutan yang berbeda sama dengan banyak permutasi siklis (melingkar) 6 unsur yaitu :
Jawab :
Banyaknya cara agar 6 orang dapat duduk mengelilingi meja makan dengan urutan yang berbeda sama dengan banyak permutasi siklis (melingkar) 6 unsur yaitu :
III. Kombinasi
Kombinasi adalah susunan unsur-unsur dengan tidak memperhatikan urutannya. Pada kombinasi AB = BA. Dari suatu himpunan dengan n unsur dapat disusun himpunan bagiannya dengan untuk
Setiap himpunan
bagian dengan k unsur dari himpunan dengan unsur n disebut kombinasi k unsur
dari n yang dilambangkan dengan , 
Kombinasi adalah susunan unsur-unsur dengan tidak memperhatikan urutannya. Pada kombinasi AB = BA. Dari suatu himpunan dengan n unsur dapat disusun himpunan bagiannya dengan untuk

Contoh :
Diketahui himpunan
Tentukan banyak himpunan bagian dari himpunan A yang memiliki 2 unsur!
Jawab :

B. Peluang Suatu Kejadian
1. Pengertian Ruang Sampel dan Kejadian
Ruang sampel (sample space) adalah himpunan semua hasil yang mungkin dari suatu percobaan. Peristiwa (kejadian, event) adalah himpunan bagian dari ruang sampel
1. Pengertian Ruang Sampel dan Kejadian
Ruang sampel (sample space) adalah himpunan semua hasil yang mungkin dari suatu percobaan. Peristiwa (kejadian, event) adalah himpunan bagian dari ruang sampel
Peristiwa sederhana: hanya memuat 1
elemen saja
Peristiwa bersusun: gabungan dari
peristiwa-peristiwa sederhana
Jika hasil suatu experimen termasuk
dalam himpunan A, maka dapat dikatakan bahwa peristiwa A telah terjadi.
Percobaan adalah suatu tindakan atau proses pengamatan yang
menghasilkan outcome yang tak dapat diperkirakan kepastiannya.
Notasi
:
Ruang sampel ditulis dengan notasi S
Peristiwa dinotasikan dengan huruf
besar: peristiwa2 A, B, C, dst.
Anggota (elemen) ruang sample
dinotasikan dengan huruf kecil: a1, a2, a3, dst. Anggota / elemen ruang (sample
point)
Jika ruang sampel S beranggotakan
a1, a2, dan a3, maka ruang sampel yang bersangkutan dapat disajikan sebagai: S
= {a a1, a , a2, a , a3}
Jika peristiwa A beranggotakan a1,
a2, dan a3, maka peristiwa yang bersangkutan dapat dinotasikan sebagai A = {a1,
a2, a3}
Contoh 1
Percobaan: Koin (head dan tail) dilempar 1 kali
Hasil: tampak H (head) atau T (tail)
Ruang sampel S = {H, T}
Peristiwa: A = {H, T}
Contoh 2
Percobaan: Pelemparan 2 buah koin (H dan T) sekaligus
Hasil: HH (H&H), TT (T&T), atau HT (H&T)
Ruang sampel: S = {HH, HT, TT}
Peristiwa: 1. Keduanya sama, A = {HH, TT}
2. Keduanya berbeda B = {HT}
Contoh 3
Percobaan: pelemparan 1 buah koin 2 kali berturutan
Hasil: HH (H kemudian H), HT (H kem T), TH (T kem H), atau
TT.
Ruang sampel: S {HH, HT, TH, TT}
Peristiwa: 1. Berturutan sama, A = {HH, TT}
2. Berturutan beda, B = {HT, TH}
Anggota peristiwa A berbeda dengan anggota peristiwa B atau,
Peristiwa: 1. Muncul gambar yang sama, B = {HH, TT}
2. Paling sedikit muncul 1 H, A = {HH, HT, TH}
Anggota peristiwa A menjadi anggota peristiwa B, yaitu HH
Definisi-definisi
1.
Experiment adalah proses observasi yang
mengarah ke single outcome (hasil tunggal), yang tak dapat diperkirakan.
2.
Data sampel (sampel point) adalah outcome yang paling mendasar
dari suatu percobaan.
3.
Ruang sampel (sample space) dari suatu percobaan adalah
kumpulan / koleksi / himpunan dari semua data sampel yg mungkin dihasilkan.
Semua data sampel ini merupakan anggota ruang sampel, yang peluangnya totalnya
= 1.
4.
Peristwa atau kejadian (event) adalah koleksi / himpunan data
sampel yang spesific (mempunyai sifat khusus).
P = {AAG, AGA, GAA}
2. Pengertian
Peluang Suatu Kejadian
Aksioma
peluang :
Setiap
kejadian di ruang sampel dikaitkan dengan bilangan antara 0 dan 1, bilangan
tersebut disebut peluang.
a. Kejadian yang tak mungkin terjadi
mempunyai pelauang nol dan dinamakan kejadian
mustahil.
b. Kejadian yang pasti terjadi
mempunyai peluang satu (peluang ruang sampel adalah satu)
c.
Peluang kejadian A bernilai antara 0
dan 1, yaitu 0 £ P (A) £1
d. Jika A dan B adalah kejadian
sehingga AÇB = Æ,maka P(AÈB)
= P(A) + P (B)
Berdasarkan
definisi di atas kita akan menentukan arti peluang dari kejadian sederhana.
Jika kita mempunyai ruang sampel dengan anggota sebanyak n. selanjutnya
jika kita anggap bahwa kesempatan muncul setiap anggota tersebut juga sama.
Jika peluang muncul satu anggota adalah p, dan berdasarkan Aksioma
(2),maka
p+ p+ p+…+ p =1
n suku
np = 1 Û p =
Misalnya pada [elemparan satu dadu berisi enam,peluang
muncul angka 2 adalah
P = =
Sifat
: Nilai
Peluang
Dalam
ruang sampel (S) yang setiap kejadian sederhana mempunyai peluang yang sama,
maka peluang kejadian A adalah
P(A)
= =
Contoh
Kita
mempunyai 4 bola putih (P) dan 3 bola merah (M). kemudian diambil satu bola
secara acak. Tentukan peluang terambil bola merah.
Penyelesaian
Ruang
sampel dari pengambilan satu bola adalah S = {P,P,P,P,M,M,M} dengan setiap bola
mempunyai peluang yang sama untuk terambil. Misalnya kejadian terambil bola
merah adalah A, maka n(A) = 3. Jadi,peluang kejadian terambilnya bola
merah adalah P(A) = .
Pada suatu percobaan terdapat n hasil yang mungkin dan masing-masing berkesempatan sama untuk muncul. Jika dari hasil percobaan ini terdapat k hasil yang merupakan kejadian A, maka peluang kejadian A ditulis P ( A ) ditentukan dengan rumus :

Contoh :
Pada percobaan pelemparan sebuah dadu, tentukanlah peluang percobaan kejadian muncul bilangan genap!
Jawab : S = { 1, 2, 3, 4, 5, 6} maka n ( S ) = 6
Misalkan A adalah kejadian muncul bilangan genap, maka:
A = {2, 4, 6} dan n ( A ) = 3

3. Kisaran Nilai Peluang
Misalkan A adalah sebarang kejadian pada ruang sampel S dengan n ( S ) = n, n ( A ) = k dan
Jadi, peluang suatu kejadian terletak pada interval tertutup [0,1]. Suatu kejadian yang peluangnya nol dinamakan kejadian mustahil dan kejadian yang peluangnya 1 dinamakan kejadian pasti.
4. Frekuensi Harapan Suatu Kejadian
Jika A adalah suatu kejadian pada frekuensi ruang sampel S dengan peluang P ( A ), maka frekuensi harapan kejadian A dari n kali percobaan adalah n x P( A ).
Contoh :
Bila sebuah dadu dilempar 720 kali, berapakah frekuensi harapan dari munculnya mata dadu 1? Jawab :
Pada pelemparan dadu 1 kali, S = { 1, 2, 3, 4, 5, 6 } maka n (S) = 6.
Misalkan A adalah kejadian munculnya mata dadu 1, maka:
A = { 1 } dan n ( A ) sehingga :

Misal sebuah dadu bersisi enam dilempar sekali. Kejadian A
adalah munculnya bilangan 3 dan ditulis A = {3}. Kejadian A¢
adalah munculnya bukan bilangan 3, ditulis A¢ (dibaca: A komplemen) =
{1,2,3,4,5,6}. Diagram Venn untuk himpunan A dan A¢
dapat digambarkan seperti berikut.
Dari gambar di atas tampak bahwa AÇA¢
= Æ sehingga kejadian A dan kejadian A¢
merupakan kejadian yang saling lepas. Dengan demikian berlaku hubungan
P(AÈA¢)
= P(A) + P(A¢) (*)
Karena A¢ merupakan komplemen A , maka AÈA¢
= S atau n(AÈA¢) = n (S). Jadi,
P(AÈA¢)
= =
= 1
(**)
Substitusi
persamaan (**) ke persamaan (*) akan menghasilkan
P(AÈA¢)
= 1 = P(A) + P(A¢) Û P(A¢) = 1 – P(A)
Sehingga dapat dinyatakan bahwa
Apabila
A dan A¢ merupakan dua buah kejadian yang saling komplemen, maka
peluang
komplemen kejadian A, ditulis P(A¢), adalah P(A¢)
= 1 – P(A)
Misalkan S adalah ruang sampel dengan n ( S ) = n, A adalah kejadian pada ruang sampel S, dengan n ( A ) = k dan Ac adalah komplemen kejadian A, maka nilai n (Ac) = n – k, sehingga :

Jadi, jika peluang hasil dari suatu percobaan adalah P, maka peluang hasil itu tidak terjadi adalah (1 – P).
C. Peluang Suatu Kejadian Majemuk
Kejadian
majemuk dapat dibentuk dengan cara menggabungkan dua atau lebih kejadian
sederhana. Dengan menggunakan operasi antarhimpunan,suatu kejadian majemuk
dapat dibentuk dari dua kejadian majemuk yang lain. Operasi antarhimpunan yang
dimaksudkan adalah operasi gabungan (union) dan opersi irisan.
1. Gabungan Dua Kejadian
Untuk setiap kejadian A dan B berlaku :
Catatan :
Contoh :
Pada pelemparan sebuah dadu, A adalah kejadian munculnya bilangan komposit dan B adalah kejadian muncul bilangan genap. Carilah peluang kejadian A atau B!
Jawab :

2.
Kejadian-kejadian Saling Lepas
Untuk setiap kejadian berlaku
Jika
. Sehingga
Dalam kasus
ini, A dan B disebut dua kejadian saling lepas.
3. Kejadian Bersyarat
Jika P (B) adalah peluang kejadian B, maka P (A|B) didefinisikan sebagai peluang kejadian A dengan syarat B telah terjadi. Jika
adalah peluang
terjadinya A dan B, maka
Dalam kasus
ini, dua kejadian tersebut tidak saling bebas.
4. Teorema Bayes
Teorema Bayes(1720 – 1763) mengemukakan hubungan antara P (A|B) dengan P ( B|A ) dalam teorema berikut ini :
5. Kejadian saling bebas Stokhastik
(i) Misalkan A dan B adalah kejadian – kejadian pada ruang sampel S, A dan B disebut dua kejadian saling bebas stokhastik apabila kemunculan salah satu tidak dipengaruhi kemunculan yang lainnya atau : P (A | B) = P (A), sehingga:

D. Sebaran Peluang
1. Pengertian Peubah acak dan Sebaran Peluang.
Peubah acak X adalah fungsi dari suatu sampel S ke bilangan real R. Jika X adalah peubah acak pada ruang sampel S denga X (S) merupakan himpunan berhingga, peubah acak X dinamakan peubah acak diskrit. Jika Y adalah peubah acak pada ruang sampel S dengan Y(S) merupakan interval, peubah acak Y disebut peubah acak kontinu. Jika X adalah fungsi dari sampel S ke himpunan bilangan real R, untuk setiap
dan setiap
maka:

Misalkan X adalah peubah acak diskrit pada ruang sampel S, fungsi masa peluang disingkat sebaran peluang dari X adalah fungsi f dari R yang ditentukan dengan rumus berikut :

2. Sebaran Binom
Sebaran Binom atau Distribusi Binomial dinyatakan dengan rumus sebagai berikut :

Dengan P sebagai parameter dan
Rumus ini dinyatakan sebagai:
untuk n = 0, 1,
2, .... ,n
Dengan P sebagai parameter dan
Untuk setiap kejadian berlaku
3. Kejadian Bersyarat
Jika P (B) adalah peluang kejadian B, maka P (A|B) didefinisikan sebagai peluang kejadian A dengan syarat B telah terjadi. Jika
4. Teorema Bayes
Teorema Bayes(1720 – 1763) mengemukakan hubungan antara P (A|B) dengan P ( B|A ) dalam teorema berikut ini :

5. Kejadian saling bebas Stokhastik
(i) Misalkan A dan B adalah kejadian – kejadian pada ruang sampel S, A dan B disebut dua kejadian saling bebas stokhastik apabila kemunculan salah satu tidak dipengaruhi kemunculan yang lainnya atau : P (A | B) = P (A), sehingga:
D. Sebaran Peluang
1. Pengertian Peubah acak dan Sebaran Peluang.
Peubah acak X adalah fungsi dari suatu sampel S ke bilangan real R. Jika X adalah peubah acak pada ruang sampel S denga X (S) merupakan himpunan berhingga, peubah acak X dinamakan peubah acak diskrit. Jika Y adalah peubah acak pada ruang sampel S dengan Y(S) merupakan interval, peubah acak Y disebut peubah acak kontinu. Jika X adalah fungsi dari sampel S ke himpunan bilangan real R, untuk setiap

Misalkan X adalah peubah acak diskrit pada ruang sampel S, fungsi masa peluang disingkat sebaran peluang dari X adalah fungsi f dari R yang ditentukan dengan rumus berikut :

2. Sebaran Binom
Sebaran Binom atau Distribusi Binomial dinyatakan dengan rumus sebagai berikut :

Dengan P sebagai parameter dan
Rumus ini dinyatakan sebagai:
Dengan P sebagai parameter dan
P = Peluang
sukses
n = Banyak
percobaan
x = Muncul
sukses
n-x = Muncul
gagal


Tidak ada komentar:
Posting Komentar