MAKALAH FISIKA: MOMENTUM SUDUT
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT Dzat penguasa
alam semesta yang telah memberikan taufiq, rahmat, hidayah serta inayahnya
sehingga saya dapat beraktivitas untuk menyusun dan menyelesaikan makalah yang
berjudul “ Momentum Sudut “ ini. Penyusunan makalah ini bertujuan untuk
memenuhi tugas fisika yang diberikan oleh Bapak Irfandi.
Saya sampaikan
terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan
makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa
meridhoi segala usaha kita. Amin . Makalah ini berisi informasi tentang “
Momentum Sudut “.Saya harapkan pembaca dapat mengertahui berbagai aspek yang
berhubungan dengan momentum sudut dan rotasi benda tegar yang akan
saya bahas ini.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh
karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu
saya harapkan demi kesempurnaan makalah ini di masa yang akan datang.
Dan akhirnya semoga makalah ini bermanfaat
bagi kita semua terutama bagi pembaca. Terima kasih,
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Suatu benda tegar
dapat bergerak berputar / rotasi jika pada benda tersebut dikerjakan
suatu gaya yang tidak melalui pusat massa / poros benda tegar. Gaya yang dapat
menyebabkan suatu benda berotasi dinamakan momen gaya atau torsi.
Momen kopel adalah momen terhadap benda tegar yang dapat menyebabkan benda
tegar tersebut bergerak rotasi tetapi tidak dapat menyebabkan benda tegar
tersebut bergerak tranlasi. Momen kopel ditimbulkan oleh sepasang gaya pada
suatu benda besarnya slalu sama pada semua titik.
Pada gerak translasi, massa merupakan besaran yang menyatakan ukuran kelembaman
suatu benda. Sedangkan pada gerak rotasi, besaran untuk menyatakan ukuran
kelembaman suatu benda yang analog dengan massa adalah momen inersia yaitu
hasil kali massa partikel dengan kuadrat jarak partikel terhadap sumbu putarnya
/ porosnya.
Pada gerak rotasi, besaran yang analog dengan momentum pada gerak translasi
adalah momentum sudut. Besar momentum sudut yang dimiliki oleh benda yang
berotasi bergantung pada momen inersia dam kecepatan sudut yang dimiliki benda.
Momentum sudut adalah hasil kali momen inersia dengan kecepatan sudut.
B. Rumusa
Masalah
· Apakah yang dimaksud dengan momentum sudut?
· Apa
hubungan momentum sudut dengan momen gaya ?
· Bagaimanakah hukum kekekalan momentum sudut?
B. Tujuan
Makalah
Adapun
tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk :
· Mengetahui
apa yang dimaksud dengan momentum sudut.
· Mengetahui
apa hubungan momentum sudut dengan momen gaya .
· Mengetahui
bagaimanakah hukum kekekalan momentum sudut.
BAB II
PEMBAHASAN
A. MOMENTUM
Momentum
sudut merupakan momentum yang dimiliki
benda-benda yang melakukan gerak rotasi.momentum sudut sebuah partikel yang
berputar terhadap sumbu putar didefenisikan sebagai hasil kali momentum linear
partikel tersebut terhadap jarak partikel ke sumbu putarnya.
Dalam ilmu fisika terdapat dua jenis
momentum yakni momentum linear dan momentum sudut. Kadang-kadang momentum
linear disingkat momentum. Dirimu jangan bingung ketika membaca buku pelajaran
fisika yang hanya menulis “momentum”. Yang dimaksudkan buku itu adalah momentum
linear. Seperti pada gerak lurus, kita seringkali hanya menyebut kecepatan
linear dengan “kecepatan”. Tetapi yang kita maksudkan sebenarnya adalah
“kecepatan linear”. Momentum linear merupakan momentum yang dimiliki benda-benda
yang bergerak pada lintasan lurus, sedangkan momentum sudut dimiliki
benda-benda yang bergerak pada lintasan melingkar.
Momentum suatu benda didefinisikan sebagai hasil kali massa
benda dengan kecepatan gerak benda tersebut
p = m .v
atau
P = m.v1– m.v0
Apabila pada t1 kecepatan v1 dan pada t2 kecepatan adalah v2
maka :
F (T1 − T2) = m.v2– m.v1
P adalah lambang momentum, m adalah
massa benda dan v adalah kecepatan benda. Sedangkan T adalah aksi gaya.
Momentum merupakan besaran vektor, jadi selain mempunyai besar alias nilai,
momentum juga mempunyai arah. Besar momentum p = mv. Terus arah momentum
bagaimana-kah ? arah momentum sama dengan arah kecepatan. Misalnya sebuah mobil
bergerak ke timur, maka arah momentum adalah timur, tapi kalau mobilnya
bergerak ke selatan maka arah momentum adalah selatan. Bagaimana dengan satuan
momentum ? karena p = mv, di mana satuan m = kg dan satuan v = m/s, maka satuan momentum adalah kg m/s.
Dari persamaan di atas, tampak bahwa momentum (p) berbanding
lurus dengan massa (m) dan kecepatan (v). Semakin besar kecepatan benda, maka
semakin besar juga momentum sebuah benda. Demikian juga, semakin besar massa
sebuah benda, maka momentum benda tersebut juga bertambah besar. Perlu anda
ingat bahwa momentum adalah hasil kali antara massa dan kecepatan. Jadi
walaupun seorang berbadan gendut, momentum orang tersebut = 0 apabila dia diam
alias tidak bergerak. Jadi momentum suatu benda selalu dihubungkan dengan massa
dan kecepatan benda tersebut. kita tidak bisa meninjau momentum suatu benda
hanya berdasarkan massa atau kecepatannya saja.
Jika Partikel dengan massa m bergerak sepanjang garis lurus,
gaya F pada partikel dianggap tetap dengan arah sejajar gerak partikel jadi
Jika kecepatan (v) partikel pada t
=0 adalah Vo maka kecepatan pada waktu t adalah
V = Vo + at
( V = Vo + at ) m
Vm = Vo. m + M.at
Vm = Vo.m + F.t
m.V – m.Vo = F.t
Perubahan momentum linear = m.v – m.Vo
Impuls gaya = F.t
B. HUBUNGAN
MOMENTUM DENGAN HUKUM II NEWTON
Pada pokok bahasan Hukum II Newton,
kita telah belajar bahwa jika ada gaya total yang bekerja pada benda maka benda
tersebut akan mengalami percepatan, di mana arah percepatan benda sama dengan
arah gaya total. Jika dirimu masih bingung dengan Hukum II warisan Newton,
sebaiknya segera meluncur ke TKP dan pelajari dulu. Nah, apa hubungan antara
hukum II Newton dengan momentum ? yang benar, bukan hubungan antara Hukum II
Newton dengan momentum tetapi hubungan antara gaya total dengan momentum.
Sekarang pahami penjelasan berikut ini.
Misalnya ketika sebuah mobil bergerak di jalan dengan
kecepatan tertentu, mobil tersebut memiliki momentum. Nah, untuk mengurangi
kecepatan mobil pasti dibutuhkan gaya (dalam hal ini gaya gesekan antara kampas
dan ban ketika mobil direm). Ketika kecepatan mobil berkurang (v makin kecil),
momentum mobil juga berkurang. Demikian juga sebaliknya, sebuah mobil yang sedang
diam akan bergerak jika ada gaya total yang bekerja pada mobil tersebut (dalam
hal ini gaya dorong yang dihasilkan oleh mesin).Ketika mobil masih diam,
momentum mobil = 0. pada saat mobil mulai bergerak dengan kecepatan tertentu,
mobil tersebut memiliki momentum. Jadi kita bias mengatakan bahwa perubahan
momentum mobil disebabkan oleh gaya total. Dengan kata lain, laju perubahan
momentum suatu benda sama dengan gaya total yang bekerja pada benda tersebut.
Ini adalah hukum II Newton dalam bentuk momentum. Newton pada mulanya
menyatakan hukum II newton dalam bentuk momentum. Hanya Hukum II Newton yang
menyebut hasil kali mv sebagai “kuantitas gerak”, bukan momentum.
Secara matematis, versi momentum dari Hukum II Newton dapat
dinyatakan dengan
persamaan :
∑F= ∆p∆t
∑F= gaya total yang bekerja pada benda
∆p = perubahan momentum
∆t = selang waktu perubahan momentum
Catatan = lambang momentum adalah p kecil, bukan P besar.
Kalau P besar itu lambang daya. p dicetak tebal karena momentum adalah besaran
vektor.
Dari persamaan ini, kita bisa menurunkan persamaan Hukum II
Newton “yang sebenarnya” untuk kasus massa benda konstan alias tetap.Sekarang
kita tulis kembali persamaan di atas :
∑F= ∆p∆t
Jika Vo = kecepatan awal, Vt = kecepatan akhir, maka
persamaan di atas akan menjadi :
∑F= mvt-mv∆t₀
∑F= m(vt-v)∆t₀
∑F= ∆v∆t
∑F= ma
ini adalah persamaan Hukum II Newton untuk kasus massa benda
tetap, yang sudah kita pelajari pada pokok bahasan Hukum II Newton. Di atas
sebagai Hukum II Newton “yang sebenarnya”.
Terus apa bedanya penggunaan hukum II
Newton “yang sebenarnya” dengan hukum II Newton versi momentum ? Hukum II
Newton versi momentum di atas lebih bersifat umum, sedangkan Hukum II Newton
“yang sebenarnya” hanya bisa digunakan untuk kasus massa benda tetap. Jadi ketika
menganalisis hubungan antara gaya dan gerak benda, di mana massa benda konstan,
kita bisa menggunakan Hukum II Newton “yang sebenarnya”, tapi tidak menutup
kemungkinan untuk menggunakan Hukum II Newton versi momentum. Ketika kita
meninjau benda yang massa-nya tidak tetap alias berubah, kita tidak bisa
menggunakan Hukum II Newton “yang sebenarnya” (F = ma). Kita hanya bisa
menggunakan Hukum II Newton versi momentum. Contohnya roket yang meluncur ke
ruang angkasa. Massa roket akan berkurang ketika bahan bakarnya berkurang atau
habis.
C. HUBUNGAN
MOMENTUM LINEAR DAN IMPULS
Ketika terjadi
tumbukan, gaya meningkat dari nol pada saat terjadi kontak dan menjadi nilai
yang sangat besar dalam waktu yang sangat singkat. Setelah turun secara drastis
menjadi nol kembali. Ini yang membuat tangan terasa lebih sakit ketika dipukul
sangat cepat (waktu kontak antara jari pemukul dan tangan yang dipukul sangat
singkat).Hukum II Newton versi momentum yang telah kita turunkan di atas
menyatakan bahwa laju perubahan momentum suatu benda sama dengan gaya total
yang bekerja pada benda tersebut. Besar gaya yang bekerja pada benda yang
bertumbukan dinyatakan dengan persamaan :Ingat bahwa impuls diartikan sebagai
gaya yang bekerja pada benda dalam waktu yang sangat singkat. Konsep impuls
membantu kita ketika meninjau gaya-gaya yang bekerja pada benda dalam selang
waktu yang sangat singkat. Misalnya ketika ronaldinho menendang bola sepak,
atau ketika tanganmu dipukul dengan cepat.
D. HUBUNGAN
MOMENTUM LINEAR DAN TUMBUKAN
Sekarang
coba dirimu bandingkan, bagaimana akibat yang ditimbulkan dari tabrakan antara
dua sepeda motor dan tabrakan antara sepeda motor dengan mobil ? anggap saja
kendaraan tersebut bergerak dengan laju sama. Tentu saja tabrakan antara sepeda
motor dan mobil lebih fatal akibatnya dibandingkan dengan tabrakan antara dua
sepeda motor. Kalo ga percaya silahkan buktikan Massa mobil jauh lebih besar
dari massa sepeda motor, sehingga ketika mobil bergerak, momentum mobil
tersebut lebih besar dibandingkan dengan momentum sepeda motor. Ketika mobil
dan sepeda motor bertabrakan alias bertumbukan, maka pasti sepeda motor yang
terpental. Bisa anda bayangkan, apa yang terjadi jika mobil bergerak sangat
kencang (v sangat besar) ? Kita bisa mengatakan bahwa makin besar momentum yang
dimiliki oleh sebuah benda, semakin besar efek yang timbulkan ketika benda
tersebut bertumbukkan.
E. KEKALAN
MOMENTUM LINEAR
Oleh karena
masing-masing benda memberi gaya pada benda lainnya maka momentum masing-masing
benda berubah. Dalam setiap selang waktu, perubahan vector momentum. Dua buah
partikel saling bertumbukan. Pada saat bertumbukan kedua partikel saling
memberikan gaya (aksi-reaksi), F12 pada
partikel 1 oleh partikel 2 dan F21 pada partikel 2 oleh partikel 1.
Perubahan momentum pada partikel
1 :
p12= ∫ F12
dt = Fr12 t
Perubahan momentum pada
partikel :
∆p2= ∫ F21 dt
= Fr21 ∆t
Karena F21= - F12 maka
Fr21 = - Fr12
oleh karena
itu p1 = - ∆p2
Momentum total sistem : P =
p1+ p2 dan perubahan momentum total
sistem :
∆P= p1 + ∆p2
= 0
“Jika tidak ada gaya eksternal
yang bekerja, maka tumbukan tidak mengubah momentum total sistem”.
partikel yang satu besarnya sama
dan arahnya berlawanan dengan perubahanvector momentum partikel yang lain.
Catatan : selama tumbukan gaya
eksternal (gaya grvitasi, gaya gesek) sangat kecil dibandingkan dengan gaya
impulsif, sehingga gaya eksternal tersebut dapat diabaikan.
CONTOH
SOAL
1.Sebuah silinder tipis
berongga dengan diameter 120 cm dan massa 20 kg berotasi melalui pusat sumbunya
seperti gambar berikut ini.
Jika kecepatan sudutnya 20 rpm,
hitunglah momentum sudutnya!
Penyelesaian:
Diketahui:
d = 120 cm → R = 60 cm
= 0,6 m
m = 20 kg
ω = 20 rpm
Ditanya: L = ... ?
Jawab:
I = m.R2 = (20)(0,6)2 = 7,2 kgm2
L = I . ω = (7,2)(120) = 864 kgm2/s
2. Hitung
kecepatan balik senapan yang memiliki massa 5 kg dan menembakkan peluru 25 gram
dengan laju 120 m/s.
Besaran yang
diketahui :
ms = 5 kg
mp = 25 gr =
0,025 kg
vp’ = 120
m/s
Momentum
total sistem tetap kekal. Kekekalan momentum pada arah x menghasilkan
ms vs + mp
vp = ms vs’ + mp vp’
0 + 0 = (5) vs’+ (0,025)(120)
0 = 5 Vs’ + 3
Vs’ = -3 : 5
3.. Ada dua buah benda yaitu benda A bermassa 2 kg,
bergerak kekanan dengan kelajuan 10 m/s. Benda B yang bermassa 7 kg bergerak
kekiri dengan kelajuan 4 m/s. Hitunglah :
a. Momentum
benda A
b. Momentum
benda B
c. Momentum
total benda A dan B
Jawab :
Besaran yang
diketahui :
m A = 2 kg
m B = 7 kg
v A = 10 m/s
v B = 4 m/s
a. Momentum
benda A
p = m.v
= 2 kg . 10 m/s
= 20 kg m/s
b.
Momentum benda B
p = m.v
= 7 kg . 4 m/s
= 28 kg m/s
c. Momentum
total benda A dan B
mtotal = pA + pB
= 20 kg
m/s + 28 kg m/s
= 48 kg
m/s
BAB III
PENUTUP
1.Kesimpulan
Momentum adalah sebuah nilai dari perkalian materi yang
bermassa / memiliki bobot dengan pergerakan / kecepatan. Dalam fisika momentum
dilambangkan huruf ‘p’, secara matematis momentum dapat dirumuskan :
P= m.v
P = momentum, m = massa, v = kecepatan
Momentum akan berubah seiring dengan perubahan massa dan
kecepatan. Semakin cepat pergerakan suatu materi/benda akan semakin cepat juga
momentumnya. Semakin besar momentum, maka semakin dahsyat kekuatan yang
dimiliki suatu benda. Jika materi dalam keadaan diam, maka momentumnya sama
dengan nol. (filosofi : jika manusia tidak mau bergerak / malas, maka hasil
kerjanya sama dengan nol).
Peristiwa
– peristiwa yang terjadi sehari – hari erat kaitannya dengan momentum. salah
satunya adalah tumbukan / tabrakan.
B. Saran
Dengan
mengetahui dan mempelajari momentum, kita diharapkan dapat menganalisis apapun
yang terjadi dalam kehidupan sehari – hari secara rasional. Momentum pula
sangat banyak fungsinya dalam penggunaan berbagai alat yang berdaya guna dan
bernilai dalam kehidupan. Jadi amatlah penting untuk mempelajari materi ini
agar kita mengetahui asal muasal dari benda – benda yang kita pakai seperti
yang disebutkan di atas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar